60 Seri Obligasi Diperdagangkan Melalui Bursa, 16 Juni
Senin, 13 Jun 2005 16:00 WIB
Jakarta - Untuk tahap awal, sebanyak 60 hingga 70 seri obligasi akan mulai diperdagangkan melalui bursa mulai 16 Juni 2005. Namun obligasi yang diperdagangkan melalui bursa itu harus memenuhi sejumlah kriteria.Demikian disampaikan Direktur BES Guntur Pasaribu dalam diskusi mengenai sosialisasi rencana perdagangan obligasi melalui bursa di Hotel Arya Duta, Jakarta, Senin (13/6/2005)."Berdasarkan track record selama empat tahun, ada 60 hingga 70 seri obligasi yang akan diperdagangkan. Mungkin dari 30 hingga 40 emiten," kata Guntur. Perdagangan obligasi di BES selama ini dilakukan di luar bursa atau over the counter. Sementara satuan pemindahbukuan minimal Rp 10 juta. Kriteria pencatatan obligasi itu antara lain memenuhi investment grade, dua tahun tidak pernah mengalami default, selalu tepat membayar kupon, dan memiliki likuiditas yang cukup. "Minimal dalam dua hari ada satu kali transaksi. Jadi sangat berpengaruh," ungkap Guntur. Mengenai satuan pemindahbukuan, Guntur mengakui hingga kini belum ada standarisasi, sehingga menggunakan prospektus dari emiten. Saat ini ada emiten yang menggunakan satuan pemindahbukuan Rp 10 juta, Rp 15 juta dan Rp 15 juta."Nantinya akan dikonsolidasikan dengan emiten, sehingga ada standarisasi satuan pemindahbukuan, standarnya nanti satu rupiah," ujar Guntur. Guntur menjelaskan, untuk obligasi yang masuk bursa sejak Januari 2005 juga akan diperdagangkan, namun harus memenuhi kriteria tersebut. Mengenai insentif pajak, saat ini BES masih melakukan pembahasan. "Kami berupaya untuk memberikan insentif, sehingga bisa menarik investor," tegas Guntur. Saat ini ada 19 perusahaan efek yang siap aktif dalam perdagangan obligasi di bursa.
(qom/)











































