Follow detikFinance
Selasa, 09 Jan 2018 13:53 WIB

Waktunya Koleksi Saham BUMN Konstruksi, Ini Target Harganya

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Saham-saham dari BUMN konstruksi mulai berbalik arah. Dengan sentimen perbaikan arus kas, keempat saham BUMN konstruksi kompak menguat.

Menurut Analis Recapital Asset Management Kiswoyo Adi Joe, penguatan saham BUMN konstruksi sejak awal tahun lantaran harga sahamnya yang memang sudah menyentuh level terendah.

"Memang sebenarnya sudah waktunya naik. Harganya kerendahan karena tahun kemarin terkena sentimen arus kasnya," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Selasa (9/1/2018).

Sepanjang 2017, saham PT PP Tbk (PTPP) tercatat turun 29,97% dari awal 2017 di level Rp 3.770 dan berakhir di level Rp 2.640 pada akhir 2017.

Saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) juga tercatat turun 14,34% dari awal tahun di posisi Rp 2.580 menjadi Rp 2.210. Begitu juga saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang turun 38,24% dari awal tahun Rp 2.510 menjadi Rp 1.550. Saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) juga tercatat turun 11,5% dari awal tahun Rp 2.130 menjadi Rp 1.885.

Sementara sejak awal tahun ADHI sudah menguat 3,7% dari posisi pembukaan pada 2 Januari 2018 Rp 1.890 menuju level penutupan kemarin Rp 1.960.

Lalu saham WIKA pada awal tahun dibuka di posisi Rp 1.560. Kemarin saham WIKA ditutup di level Rp 1.700, artinya sudah naik 8,9%

Saham WSKT juga tercatat naik 8,1% dari awal pembukaan di awal tahun Rp 2.220 ke level penutupan kemarin Rp 2.400. Begitu juga saham PTPP awal tahun dibuka Rp 2.640 dan kemarin ditutup pada Rp 2.880 atau sudah naik 9,09%.

"Apalagi ADHI tanggal 15 Januari 2018 ini asetnya untuk LRT dibayarkan. Biasanya kalau 1 sudah positif, semua ikut positif, trennya saham BUMN konstruksi memang begitu," tambahnya.

Sebelumnya pemerintah telah mengumumkan bahwa financial closing LRT sudah selesai pada Desember 2017 kemarin. Lalu akan dibayarkan dana talangannya dari KAI ke ADHI pada 15 Januari 2018.

Kiswoyo menilai penguatan saham-saham konstruksi BUMN itu akan terus berlanjut hingga balik ke level semula. Untuk ADHI diprediksi bisa menyentuh level Rp 2.400, PTPP di level Rp 3.800, WIKA di level Rp 2.500 dan WSKT bisa sampai Rp 2.600.

"Masih bisa naik lagi lebih tinggi lagi, tapi amannya jual di level itu," tukasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed