Follow detikFinance
Rabu, 10 Jan 2018 16:41 WIB

BRI Syariah IPO Mei 2018

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berencana melepas saham anak usahanya yang bergerak di industri perbankan syariah yakni BRI Syariah.

Demikian disampaikan Direktur Utama BRI Suprajarto saat berbincang santai di Pelataran Menteng, Jakarta, Rabu (10/1/2017).

"Rencananya Mei kita mau IPO BRI Syariah," sebut dia.

Sayang ia tak merinci berapa besaran dana yang diincar dari aksi korporasi tersebut dan berapa besar porsi saham yang akan dilepas ke masyarakat.

"Yang pasti kita tetap mayoritas lah," singkat dia.

Ia menambahkan, aksi korporasi ini dilakukan untuk menggalang dana yang nantinya akan digunakan untuk modal meningkatkan kapasitas usaha BRI Syariah.

BRI Syariah, kata Suprajarto, tengah disiapkan untuk masuk Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 3, yakni Bank dengan Modal Inti Rp 5 triliun sampai Rp 30 triliun.

Saat ini, BRI syariah masih masuk ketegori BUKU 2 yakni Bank dengan Modal Inti Rp 1-5 triliun.

"Sekarang kan dia (BRI Syariah) masih BUKU 2, kami mau tingkatkan menjadi BUKU 3. Kalau dia BUKU 3, kegiatan usahanya bisa lebih luas," jelas dia.

Tujuan dari dilakukannya peningkatan kapasitas usaha Bank Syariah tersebut, dimaksudkan untuk menggarap besarnya potensi industri keuangan syariah di Indonesia yang belum optimal digarap.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Agustus 2017, total aset keuangan syariah Indonesia (di luar Saham Syariah) mencapai Rp 1.048,8 triliun, yang terdiri aset Perbankan Syariah Rp 389,74 triliun, IKNB Syariah Rp 99,15 triliun, dan Pasar Modal Syariah Rp 559,59 triliun.

Jumlah tersebut masih di bawah 10% dari total aset industri keuangan di Indonesia yang mencapai Rp 13.092 triliun.

"Sehingga potensinya masih sangat besar sekali kalau kita garap serius," sambungnya.

Kenapa pilih IPO?

Suprajarto menjelaskan, aksi korporasi IPO dianggap lebih efisien bagi kondisi keuangan BRI sebagai induk usaha. Ketimbang, perseroan harus menyuntikkan dana ke anak usahanya tersebut.

"Dibanding kita (BRI) menyuntikkan modal ke BRI Syariah, kalau lewat IPO, hitungan kami itu lebih efisen," jelasnya.

Saat ini, untuk menjalankan proses IPO BRI Syariah tersebut, manajemen tengah mengurus sejumlah perizinan dan memenuhi beberapa prosedur yang diperlukan.

"Penjamin emisi sudah kami tunjuk. Izin di OJK sedang proses. Semoga bisa selesai cepat," tandas dia. (dna/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed