Edi menjelaskan, rencana tersebut sudah disetujui oleh Kementerian BUMN. Namun kementerian menetapkan sejumlah syarat penerbitan, mulai dari tujuan penggunaan, waktu penerbitan hingga laporan yang harus diberikan ke kementerian.
"Penerbitan obligasi maksimum Rp 2 triliun, akan digunakan untuk peremajaan kereta. Ini akan dilakukan secara bertahap. Secara prinsip sudah disetujui, kami ingin secepatnya atau semester I ini," kata Edi di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peremajaan ini untuk menggantikan kereta yang usianya 30 tahun ke atas, nah di antara yang mau diganti itu ada yang usianya 30 tahun tapi masih bagus dan tidak ditambah tapi replacement atau diganti," ujarnya.
Edi menambahkan, dalam waktu dekat, sebelum lebaran sekitar 4 trainset akan tiba untuk peremajaan armada kereta. Satu trainset ini terdiri dari 10 gerbong.
Tahun lalu, pada Oktober, KAI telah menerbitkan obligasi I KAI dengan nominal Rp 2 triliun. Tahun 2017, KAI mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun tumbuh dibandingkan periode 2016 sebesar Rp 1 triliun. Tahun ini, KAI menargetkan perolehan laba bersih Rp 1,7 triliun. (ara/ara)











































