BES Mulai Transaksikan Obligasi Lewat Bursa di FITS

BES Mulai Transaksikan Obligasi Lewat Bursa di FITS

- detikFinance
Kamis, 16 Jun 2005 13:25 WIB
Jakarta - Bursa Efek Surabaya (BES) resmi melakukan transaksi perdagangan lewat bursa di FITS (Fixed Income Trading System). Dari 70 seri obligasi korporasi yang diperdagangkan, baru empat obligasi yang sudah ada transaksi bid dan offernya. "Sampai siang ini baru empat seri obligasi yang sudah ada transaksi bid dan offernya tapi belum done," kata Direktur BES Guntur Pasaribu, Kamis (16/6/2005). Perdagangan hari pertama ini, menurut Guntur, relatif lancar dan tidak ada masalah. Semua sistem bisa bekerja dengan baik. Jumlah emiten yang sudah bisa ikut perdagangan lewat bursa ini ada sekitar 40-an emiten dengan 70 seri obligasi. Pada perdagangan hari pertama ini juga, BES telah melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan obligasi tiga emiten yakni PT Great River International Tbk dengan kode obligasi GRIV01XXBFTW, PT Inti Fasindo Internasional (INFi01AXBFTW dan INFI01BXBVTW) dan PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (LPPI02A dan LPPI02B). Penghentian sementara perdagangan obligasi ketiga emiten tersebut berlaku di semua pasar obligasi di FITS dan dilakukan sampai adanya penjelasan lebih lanjut. Menurut Guntur, suspensi tersebut dilakukan karena obligasi ketiga emiten itu statusnya default dan belum melakukan kewajiban pembayaran kepada investor. "Kita akan suspensi sampai ada klarifikasi dari emiten tersebut. Hal ini dilakukan untuk perlindungan investor agar jangan terjebak," katanya. Seperti diketahui, BES berencana melakukan satuan pemindahbukuan untuk perdagangan obligasi ini sebesar Rp 1 atau lebih kecil dari rencana semula Rp 1 juta. Sementara untuk satuan lot perdagangan obligasi akan ditetapkan sebesar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Namun untuk sementara ini satuan lot obligasi yang diperdagangkan melalui mekanisme bursa akan mengacu pada masing-masing emiten seperti tertuang dalam prospektus, yakni antara Rp 10 juta, Rp 25 juta dan Rp 50 juta. BES berharap perdagangan obligasi lewat FITS ini dapat melibatkan lebih banyak investor ritel. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads