IHSG Naik Terus Meski Sudah 'Kemahalan', Ini Pemicunya

IHSG Naik Terus Meski Sudah 'Kemahalan', Ini Pemicunya

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 23 Jan 2018 12:18 WIB
IHSG Naik Terus Meski Sudah Kemahalan, Ini Pemicunya
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Sejak awal tahun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa kali pecahkan rekor. Padahal valuasi IHSG dinilai sudah terlalu mahal dengan catatan Price Earnings Ratio (PER) sudah mencapai 24 kali.

Analis First Asia Capital, David Sutyanto memandang perilaku pelaku pasar saham di Indonesia memang sedikit berbeda. Mereka cenderung tidak mengkhawatirkan valuasi IHSG yang sudah tinggi.

"Ini risiko kemahalannya baru muncul kalau IHSG-nya mulai turun. Kalau masih naik, IHSG kemahalan jarang ada yang mengkhawatirkan. IHSG sudah mahal stop, tidak seperti itu," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Selasa (23/1/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut David, para pelaku pasar saat ini cenderung masih melakukan aksi beli lantaran investor asing yang juga melakukan aksi beli. BEI mencatat dari awal tahun net buy asing sudah mencapai Rp 3,34 triliun. Mereka menjadi imam bagi investor domestik.

"Jadi kalau sekarang kalau dibilang risiko kemahalan belum saatnya. Karena asingnya masih positif buy kok. Asing masih jadi imam, kalau tahun lalu kan domestik yang jadi imam, kalau saat ini asing. Mereka punya andil membuat IHSG naik," tuturnya.

David menilai masih besarnya modal asing masuk ke pasar modal lantaran banyaknya lembaga pemeringkat asing yang menaikkan rating Indonesia seperti Fitch Rating, S & P, Moody's.

Para pelaku pasar baru akan mulai memperhatikan valuasi IHSG ketika sudah mulai terkoreksi. Saat itulah psikologis investor domestik mulai mempertimbangkan untuk menahan diri.

David memprediksi jika nanti IHSG terkoreksi lantaran valuasinya yang sudah terlalu tinggi, maka penurunannya hanya sampai 10%. "Jadi tergantung isu yang menyebabkan IHSG turun, apakah kemahalan, kalau kemahalan turun 10% juga sudah murah," tandasnya. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads