Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 25 Jan 2018 10:47 WIB

Cerita Gaung, Mahasiswa yang Jadi Investor BEI yang ke-1 Juta

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto/detikFinance Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - Investor di pasar modal kini akhirnya sudah tembus 1 juta orang. Bahkan berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) jumlah investor sudah lebih dari 1,1 juta berdasarkan jumlah data Single Investor Identification (SID).

Suatu angka yang lumayan besar bagi negara berkembang. Oleh karena itu itu KSEI yang semalam merayakan HUT ke-20 memberikan apresiasi bagi investor Indonesia, dengan memilih investor ke 1 juta berdasarkan aktifnya akun.

Investor yang beruntung itu adalah Gaung Samudra Aji, seorang mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta dan baru masuk semester 4.

"Saya jadi investor karena saya ambil manajemen investasi. Di mata kuliah itu dosen menganjurkan dan mengajak mahasiswa mendaftar lewat Danareksa Sekuritas," tuturnya di sela-sela acara Perayaan Ulang Tahun KSEI ke-20 di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu malam (24/1/2018).

Demi memenuhi perintah dosennya, akhirnya Gaung mendaftarkan diri dengan saldo pembukaan rekening hanya Rp 100 ribu. Akunnya pun baru aktif di akhir 2016.

Lantaran masih belum tertarik, Gaung belum menjajal bertransaksi saham. Barulah beberapa bulan yang lalu dia coba mencari-cari saham yang dia anggap potensial.

"Jadi saya ini belum aktif transaksi, makanya saya bingung juga dapat undangan dari KSEI. Saya jadi was-was ini bener atau enggak. Tapi akhirnya ada konfirmasi KSEI ke UPN bahwa saya jadi investor ke 1 juta," tambahnya.

Saat membeli saham, Gaung hanya memantau pergerakan saham melalui aplikasi trading dan pilihannya jatuh ke saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Alasannya bukan karena dia mengagumi Group Bakrie, bahkan dia tidak tahu identitas dari perusahaan tersebut.

"Saat hanya lihat di aplikasi trading online, saham-saham itu paling aktif, akhirnya saya coba beli. Saya fokusnya juga jangka pendek tadinya," tambahnya.

Lalu alasan lainnya Gaung membeli kedua saham tersebut, lantaran harganya yang masih murah. Sehingga dengan saldo hanya Rp 100 ribu masih bisa dibeli.

"Sekarang secara portofolio si sudah naik 2,5% dari 2 saham itu. Saya enggak sempat jual, sampai sekarang belum dijual," imbuhnya.

Sekarang, Gaung berencana menjajal untuk membeli saham dengan tujuan investasi jangka panjang. Berbekal modal tabungan efek sebesar Rp 10 juta dari KSEI, dia berencana untuk membeli saham-saham blue chip.

"Mau beli saham blue chip seperti Unilever dan mungkin perusahaan pangan," tandasnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed