Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 25 Jan 2018 17:27 WIB

Mandiri Investasi Terbitkan KIK-EBA Infrastruktur Rp 2 Triliun

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT Mandiri Manajemen Investasi pada semester II-2018 berencana kembali menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) berbasis sekuritisasi infrastruktur.

Direktur Mandiri Manajemen Investasi, Endang Astharanti mengatakan, KIK-EBA yang akan diterbitkan ini nilainya sekitar Rp 2 triliun.

"KIK-EBA semester 2 karena ada feasibility study dan legal consultant banyak, nilainya mungkin enggak jauh beda sekitar Rp 2 triliun," kata Endang usai acara Mandiri Investasi Market Outlook 2018 di Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Endang menyebutkan, instrumen KIK-EBA yang bakal diterbitkan ini masih dimiliki oleh perusahaan pelat merah serta tetap di sektor infrastruktur. Namun dirinya masih enggan menyebutkaan BUMN apa yang akan menerbitkan.

"Prosesnya sama kayak Jasa Marga. Kemungkinan kita masih jajaki jalan tol," tambah dia.

Dia mengungkapkan alasan Mandiri Investasi baru menerbitkan KIK-EBA pada enam bulan kedua di tahun ini, karena prosesnya membutuhkan waktu cukup panjang.

"Prosesnya akan seperti yang sudah kami rilis dalam KIK EBA Mandiri JSMR01, kami masih mengkaji dan mengkalkulasi," papar dia.

Sementara itu, Direktut Utama Mandiri Investasi Alvin Pattisahisiwa mengatakan, dana kelolaan Mandiri Investasi sepanjang 2017 mencapai hampir Rp 51 triliun.

"Dana kelolaan hampir Rp 51 triliun, dengan pertumbuhan 25%, sampai akhir 2017 mandiri investasi mengelola 133 produk reksa dana," kata Alvin.

Alvin menyebutkan, dari 133 produk reksa dana yang dikelola sebesar 32% merupakan reksa dana terproteksi, 22% merupakan reksa dana saham, 18% merupakan reksa dana pasar uang, dan produk investasi alternatif sebesar 5%.

Tidak hanya itu, Alvin juga memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir 2018 berada pada level 7.100-7.200 atau tumbuh mencapai 13% atau lebih rendah dari tahun lalu yang tumbuh hampir 20%. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed