Pasar Tekstil Masih Lesu, Eratex Genjot Penjualan Garmen

Pasar Tekstil Masih Lesu, Eratex Genjot Penjualan Garmen

- detikFinance
Jumat, 17 Jun 2005 15:37 WIB
Jakarta - Divisi tekstil PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) diperkirakan masih terus mengalami kinerja yang mengecewakan di tahun 2005. Hal ini karena biaya bahan baku yang tidak stabil dan sulitnya bersaing dengan produk Cina. Sebaliknya, divisi garmen mulai menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan karena perseroan mendapat pelanggan-pelanggan baru dari Amerika Serikat dan Eropa. Demikian diungkapkan oleh HEM Bandara, Treasurer Eratex Djaja, usai rapat umum pemegang saham (RUPS) yang berlangsung di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat (17/6/2005). Menurut Bandara, meski pasar tekstil masih suram namun dengan membaiknya pasar garmen diharapkan penjualan perseroan tahun 2005 naik sekitar 40 persen menjadi Rp 541,989 miliar dibanding tahun 2004 yang sebesar Rp 395,497 miliar. Membaiknya pasar garmen ini, karena Eratex mendapatkan pembeli-pembeli baru yang membuat jumlah pelanggan lebih terdiversifikasi dan menjadi kuat dengan tidak adanya dominasi pelanggan tertentu. Pesanan garmen tahun 2005 yang diperkirakan lebih banyak dibanding tahun 2004 juga imbas dari berkurangnya pesanan garmen ke Cina karena negara itu memberlakukan pembatasan untuk produk tekstilnya. Eratex juga memasang delapan jalur baru untuk kemeja pada tahun 2005 yang menjadikan produk garmen perusahaan sebagai one stop shopping bagi para pembeli serta mengurangi lead time. Sedangkan pasar tekstil saat ini kondisinya diperkirakan belum bagus terutama karena naiknya ongkos produksi. Membengkaknya biaya tersebut terutama akibat dampak kenaikan BBM yang menyebabkan naiknya biaya pengapalan dan biaya listrik lokal. Kondisi ini telah membuat produk tekstil Indonesia kalah bersaing dengan Cina yang biayanya lebih murah. Untuk mengantisipasi lesunya pasar tekstil tersebut, menurut Bandara, perseroan mulai mengurangi mesin tenun yang telah dilakukan sejak tahun 2004 dan sisa mesin tenun yang ada diharapkan beroperasi maksimal pada tahun ini. Perseroan juga memfokuskan pada produksi denim yang diharapkan memperkuat identitas Eratex. Laba kotor Eratex tahun ini diperkirakan mencapai Rp 74,919 miliar naik dibanding tahun lalu sebesar Rp 56,988 miliar dan laba usaha sebesar Rp 28,710 miliar naik dibanding tahun lalu sebesar Rp 9,705 miliar. Bandara juga menjelaskan, pada tahun ini perseroan merencanakan untuk berinvestasi lebih dari US$1 juta. Investasi ini akan digunakan untuk divisi tekstil sebesar US$ 486 ribu dan divisi garmen sebesar US$ 427 ribu. Pendanaan investasi ini dibiayai dari dana internal, dimana per akhir tahun 2004 perseroan memiliki dana kas sebesar US$ 415 ribu dan dana investasi jangka pendek sebesar US$ 1,063 juta. "Dari rencana investasi ini kita sudah realisasikan senilai US$500 ribu," katanya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads