6 Industri Otomotif dan Elektronika Jepang Perluas Investasi
Jumat, 17 Jun 2005 22:06 WIB
Jakarta - Sedikitnya 6 perusahaan besar Jepang di bidang otomotif dan elektronika akan memperluas investasinya di Indonesia. Komitmen itu akan diwujudkan dalam waktu dekat."Jepang memandang Indonesia berprospek baik untuk investasi" kata Menteri Perindustrian Andung A. Nitimihardja dalam konferensi pers di Departemen Perindustrian Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (17/6/2005).Andung menambahkan, peluang ini merupakan hasil kunjungan dirinya ke negeri Sakura itu pada 5-10 Juni 2005 lalu. Di sektor otomotif, Toyota akan meningkatkan jumlah produksi dari 70 ribu unit menjadi 100 ribu unit mobil. "Mereka tetap melihat Indonesia sebagai basis industri dan akan menggerakkan supporting industries ke Indonesia," jelas Andung. Suzuki juga akan meningkatkan kapasitas produksi sepeda motornya di Indonesia dari 800 ribu unit pada 2004 menjadi 1.2 juta unit pertahun pada 2005. Selanjutnya dikembangkan kembali menjadi 2 juta unit pertahun pada 2006-2007 dengan nilai investasi US$ 200 juta. Suzuki juga akan menjadikan Indonesia sebagai ekspor production base kendaraan niaga APV untuk pasar dunia. "Suzuki merencanakan secara bertahap penambahan kapasitas produksi untuk kendaraan roda empat dari 120 ribuunit pertahun menjadi 200 ribu unit pertahun," tambah Andung.Suzuki juga merencanakan membangun kawasan industri bagi supporting industries berdekatan dengan lokasipabrik. Tiga perusahaan supporting industry telah menyatakan akan segera melakukaninvestasi di Indonesia. Mereka adalah Hamana Parts Industry Co. yang memproduksi komponen permesinan, Bellsonica Co memproduksi komponen bodi dan rangka dan Sankei memproduksi komponen plastik.Perusahaan otomotif lainnya, Yamaha juga akan melakukan langkah sama. Yamaha akan mengoperasikan pabrik baru sepeda motornya yang kedua di Indonesia mulai bulan Januari 2006 dengan kapasitas produksi sebesar 600 ribu unit pertahun. "Nilai investasinya sebesar US$ 80 Juta," tutur Andung. Pesaing Yamaha, Honda juga merencanakan operasikan pabrik baru sepeda motornya yang ketiga di Indonesia pada bulanOktober 2005. Pabrik itu memiliki kapasitas produksi sebesar 1 juta unit pertahun dengan nilai investasi mencapai US$ 100 juta. "Supporting industry-nya akan turut menginvestasikan sekitar US$ 70 Juta untuk mendukung perluasan pabrikperakitan Honda," cerita Andung.Di sektor elektronika, Toshiba yang ada di Indonesia juga akan meningkatkan jumlah investasinya. Apalagi jumlah produksi Toshiba di Indonesia tertinggi dibanding perusahaan Toshiba di belahan negara lain. Toshiba sendiri akan merayakanproduksi TV nya yang ke 10 Juta di Indonesia pada Agustus mendatang. "Perusahaan ini juga merencanakan mulai memproduksi LCD dan Plasma TV di negara kita dan akan terusmenambah investasinya sekaligus menetapkan Indonesia sebagai basis produksi untuk Asean," kata Andung.Kompetitor Toshiba, LG Electronics juga akan meningkatkan angka investasi di Indonesia. "Saya baru dapat suratnya kalau LG Electronics juga ingin kembangkan produksi di sini," demikian Andung.
(ton/)











































