Gagal Menguat, IHSG Ditutup Berkurang ke 6.598

Gagal Menguat, IHSG Ditutup Berkurang ke 6.598

Dana Aditiasari - detikFinance
Kamis, 01 Feb 2018 16:53 WIB
Gagal Menguat, IHSG Ditutup Berkurang ke 6.598
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona positif membuka perdagangan saham pagi hari ini. Perdagangan saham jeda siang ini juga masih positif. Sayang jelang penutupan IHSG bergerak turun hingga ditutup di zona negatif.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah. Dolar AS berada di posisi Rp 13.423 dibanding posisi kemarin di 13.362.

Pada perdagangan preopening, IHSG menguat 19,723 poin (0,29%) ke level 6.625,354. Indeks LQ45 juga naik 4,943 poin (0,447%) ke 1.110,705.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membuka perdagangan, Kamis (1/2/2018), IHSG lanjutkan menguat 44,047 poin (0,67%) ke level 6.648,912. Indeks LQ45 menguat 7,381 poin (0,73%) ke 1.113,857.

Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG bergerak terus menguat 40,161 poin (0,61%) ke level 6.645,792. Sementara indeks LQ45 turun 9,093 poin (0,82%) ke 1.114,855.

Berlanjut hingga jeda siang, IHSG masih melaju menguat. IHSG naik 36,247 poin (0,55%) ke 6.641,878. Indeks LQ45 naik 7,426 poin (0,67%) ke 1.113,188.

Namun, jelang penutupan perdagangan sore ini, IHGS melemah. IHSG turun 7,172 poin (0,11%) ke 6.598,459. Indeks LQ45 berkurang 0,688 poin (0,06%) ke 1.105,074.

Posisi tertinggi yang berhasil dihinggapi IHSG siang ini berada di 6.658,877 dan terendah di 6.598,459. Perdagangan saham terpantau ramai dengan frekuensi perdagangan saham sebanyak 425.118 kali transaksi dengan total nilai transaksi sebanyak Rp 10,3 triliun.

Enam dari 10 saham sektoral mengalami pelemahan dan menyeret IHSG turun ke zona negatif. Saham sektor industri dasar turun paling signifikan mencapai 1,34%. Sebanyak 192 saham menguat, 181 saham melemah dan 112 saham stagnan.

Sementara itu, indeks utama bursa Wall Street ditutup dalam zona merah pada perdagangan semalam (30/01). Indeks Dow Jones melemah 1.37%, S&P turun 1.09%, dan Nasdaq tertekan 0.86%.

Indeks utama AS terkoreksi seiring penurunan pada sektor kesehatan serta meningkatnya kekhawatiran pasar terkait hasil pertemuan Federal Reserve yang cenderung Hawkish.

Selain itu, timbulnya kecemasan Pelaku pasar dengan pertumbuhan Inflasi AS yang cukup tinggi akan mendukung kenaikan suku bunga The Fed lebih agresif.

Bursa-bursa Asia sore ini kompak menguat. Hanya bursa saham China dan Hong Kong yang terkapar di zona merah. Berikut situasi di bursa regional sore hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 naik 387,820 poin (1,68%) ke level 23.486,109
  • Indeks Hang Seng berkurang 245,180 poin (0,37%) ke level 32.642,090
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 33,060 poin (1,07%) ke level 3.446,980.
  • Indeks Straits Times naik 13,240 poin (0,37%) ke 3.547,230.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Gudang garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 81.800, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 650 ke Rp 23.375, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 30.800, Adira Dinamika Multuifinance (ADMF) naik Rp 300 ke Rp 8.625.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Roda Vivatex (RDTX) turun Rp 475 ke Rp 6.000, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 450 ke Rp 10.700, Semen Baturaja (SMBR) turun Rp 420 ke Rp 3.280 dan Indofarma (INAF) turun Rp 375 ke Rp 5.125. (dna/zlf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads