Susul IBM dan Pepsi, Motorola Delisting dari Bursa Tokyo
Senin, 20 Jun 2005 10:10 WIB
Jakarta - Bursa saham Tokyo kian tak menarik bagi perusahaan asing. Setelah IBM Corp. dan PepsiCo, Inc, kini salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar dunia, Motorola juga berniat menghapuskan pencatatan sahamnya atau delisting dari bursa efek Tokyo.Menurut pejabat bursa efek Tokyo atau Tokyo Stock Exchange (TSE) seperti dilansir AFP, Senin (20/6/2005), Motorola akan delisting dari TSE mulai 25 Juli mendatang. Motorola telah mengajukan delisting sehubungan volume perdagangan sahamnya yang sangat tipis, yang tidak sesuai dengan biaya pencatatan sahamnya. Pada awal tahun ini, IBM Corp. dan PepsiCo, Inc juga mengajukan delisting dengan alasan yang sama. Dengan demikian, perusahaan asing yang tercatat di TSE terus merosot menjadi hanya 27 emiten. Pada tahun 1991, jumlah emiten asing yang tercatat di TSE mencapai puncaknya sebanyak 100. Beberapa perusahaan AS dan Eropa juga telah meninggalkan TSE, tanpa menghiraukan usaha bursa tersebut untuk menarik minat emiten asing itu. Kendati jumlah perusahaan asing yang tercatat kian merosot, namun jumlah pemain saham asing masih menguasai perdagangan saham di TSE. Total saham yang ditransaksikan investor asing mencatat rekor tertingginya sebesar 91,53 triliun yen (US$ 844 miliar) pada Maret 2005. Angka ini jauh melampui tahun sebelumnya sebesar 80,61 triliun yen. Hingga 31 Maret 2005, pelaku pasar asing memiliki 23,7 persen dari total saham yang tercatat di TSE. Angka ini merupakan kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar 21,8 persen.
(qom/)











































