Follow detikFinance
Rabu, 07 Feb 2018 21:10 WIB

Rencana Menteri Rini Percepat 11 Anak Usaha BUMN Jual Saham

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal membentuk satu komite yang tugasnya mengurusi aksi korporasi perusahaan pelat merah baik induk maupun anak usaha. Salah satu aksi korporasi tersebut adalah penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha BUMN Aloysius K Ro mengatakan, setidaknya tahun ini ada 11 anak usaha yang siap melantai di bursa saham Indonesia.

"IPO BUMN, Bu Menteri sedang mempertimbangkan untuk membentuk satu komite supaya atur ini semua, perencanaan, tidak mengawasi, tapi aturnya biar lebih rapih, belajar dari tahun lalu," kata Aloy di Mandiri Invesment Forum 2018, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Pembentukan komite ini, kata Aloy, sedang dirancang draft bersama Sekretaris Menteri BUMN Imam A Putro. Nantinya, komite ini akan diisi oleh para deputi Kementerian BUMN dan beberapa pengamat pasar modal, serta para ahli kebijakan publik.

"Tugasnya untuk memberikan input kepada kementerian. Setelah selesai dari itu, kami akan mengundang untuk sosialisasi kepada para calon-calon. Kemudian komite ini akan mengajukan rekomendasi mana yang boleh, mana yang tidak boleh," tambah dia.

Pada tahun ini, terdapat 11 anak usaha BUMN yang berpotensi melantai di bursa saham Indonesia, antara lain PT Tugu Pratama dan Wika Realty. Sedangkan tahun lalu, empat anak usaha BUMN berhasil IPO, yaitu PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia, PT PP Presisi, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, dan PT Jasa Armada Indonesia.

Lebih lanjut Aloy menyebutkan, pembentukan komite aksi korporasi BUMN dikarenakan pemegang saham dalam hal ini Menteri BUMN perlu mendapat pertimbangan apakah perusahaan A sudah siap untuk IPO atau belum.

"Bukan mencari waktu yang tepat, tapi mempertimbangkan usulan itu, mereview kelayakan, mereka memberi opini saja, kemudian membantu monitoring, approval tetap di Bu Menteri," ujar dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed