Kristiono Berpeluang Pimpin Kembali PT Telkom
Selasa, 21 Jun 2005 13:14 WIB
Jakarta - Dirut Telkom Kristiono berpeluang mempimpin kembali salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, PT Telkom Tbk. Namun semua keputusan ada di tangan Meneg BUMN Sugiharto.Menurut Komisaris Utama Telkom, Tanri Abeng, seorang dirut yang pernah menjabat 2 atau 5 tahun masih bisa dipilih kembali. Namun syaratnya, orang itu harus punya integritas yang tinggi.Tanri menyampaikan hal itu di sela-sela acara penghargaan Telkom sebagai 20 perusahaan IT terbesar dunia versi Majalah Bussiness Week di kantor Telkom, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (21/6/2005).Ditemui terpisah, Meneg BUMN Sugiharto menolak berkomentar soal pencalonan kembali Kristiono. "Saya tidak mau membocorkan. Semua orang punya posisi yang sama. Saya kira itu terlalu detail," kata Sugiharto di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (21/6/2005).Tanri memastikan, Dirut Telkom berasal dari orang dalam. Berdasarkan persyaratan, calon direksi harus sudah mengabdi di Telkom selama 20 tahun, selain usia tidak melebihi 50 tahun. Diungkapkan, calon direksi Telkom yang diajukan oleh Dewan Komisaris kepada Meneg BUMN sebanyak 30 orang. Namun yang layak mengikuti fit and proper test hanya 21 orang. Calon direksi tersebut berasal dari internal perusahaan seperti dari anak perusahaan maupun divisi regional. Sementara Sugiharto mengaku, hingga kini pihaknya masih melakukan fit and proper test calon direksi PT Telkom yang rencananya akan dirombak dalam RUPS 24 Juni mendatang.Tanri menambahkan, calon direksi Telkom mendatang harus bisa menganalisa tantangan dan peluang serta menyusun agenda untuk 5 tahun ke depan. Hal ini karena Telkom menargetkan kapitalisasi pasar yang saat ini US$ 10 miliar dalam 5 tahun ke depan bisa meningkat dua kali lipat. "Makanya, calon direksi harus bisa meningkatkan existing bisnis, menciptakan produk-produk baru sehingga pertumbuhan Telkom menjadi bagus," katanya. Dalam RUPS itu juga Dewan Komisaris mengusulkan penambahan 5 direksi menjadi 7 direksi. "Sebenarnya 7 direksi ini masih kurang kalau mengacu pada the best practices, karena Indosat saja yang asetnya lebih kecil direksinya 9 orang," katanya.Tanri juga mengataan Dewan Komisaris mengusulkan direksi yang terpilih harus benar-benar menjadi tim Telkom, bukan individual. Hal ini untuk mengantisipasi jika calon direksi tersebut berasal dari kelompok yang berbeda. "Kalau tidak ada tim Telkom, mana mungkin bisa bekerja dengan politik yang berbeda-beda," ujarnya.
(qom/)











































