Asing Mendominasi Penawaran Saham Perdana PT Arpeni
Rabu, 22 Jun 2005 11:21 WIB
Jakarta -
Investor asing mendominasi pembelian saham dalam penawaran perdana saham (IPO) PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL). Asing tercatat menguasai hingga 57,01 persen dari total saham yang dilepas dalam IPO hari ini yakni 500 juta lembar saham. Sisanya sebesar 42,99 persen diserap oleh investor institusi dalam negeri.Saham yang dilepas itu setara dengan 33,3 persen dari jumlah saham yang dikeluarkan dengan harga penawaran Rp 625 dan nominal per saham Rp 500. Menurut Rusmin Kasim, Direktur DBS Vickers Securities Indonesia selaku penjamin emisi, kebanyakan investor asing yang berminat berasal dari Singapuran dan Hong Kong. Mereka adalah investor institusi yang sangat tertarik dengan prospek Arpeni yang dinilai menjanjikan. Dalam penawaran umum perdana pada Rabu (22/6/2005), saham APOL mengalami oversubscribe hingga 4,27 kali. Dana yang dihimpun dari IPO ini mencapai Rp 312,5 miliar dengan kapitalisasi pasar Rp 937,063 miliar. Dirut APOL Oentoro Surya mengatakan, dana dari hasil IPO ini sebanyak 90 persen akan digunakan untuk investasi pembelian kapal berbobot 300 ribu ton dan sisanya 10 persen digunakan untuk modal kerja. Saat ini Arpeni telah memiliki 14 kapal dengan bobot 600 ribu ton. Oentoro menambahkan, dengan penambahan jumlah kapal, diharapkan pendapatan bersih Arpeni pada tahun 2005 bisa meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun 2004 sebesar Rp 845,9 miliar. Selain dana dari IPO, perseroan juga mendapatkan pinjaman dari bank sebesar Rp 700 miliar. Baik dana dari hasil IPO atau pinjaman dari bank itu, seluruhnya akan digunakan untk investasi.Pinjaman bank, antara lain berasal dari Bank Permata, BII dan BNI dengan pinjaman mencapai 60 persen dari total pinjaman Rp 700 miliar. Sisa pinjaman diberikan oleh bank asing, antara lain DBS. Pada penawaran saham di BEJ, saham APOL sempat mencapai harga tertinggi di level Rp 700 dan selanjutnya stagnan di level Rp 660.
(qom/)










































