Pasar Saham Diprediksi Membaik

Semester II/2005

Pasar Saham Diprediksi Membaik

- detikFinance
Rabu, 22 Jun 2005 12:28 WIB
Jakarta - Pelaku pasar memperkirakan kondisi pasar semester dua tahun ini akan lebih baik ketimbang semester pertama. Sementara investasi saham dinilai lebih menarik ketimbang obligasi.Investasi obligasi dianggap tidak menarik lagi karena dinilai tidak memberikan keuntungan yang tinggi, seiring naiknya tren suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI).Selain itu juga karena faktor mulai banyaknya saham yang akan melakukan penawaran perdana dan membaiknya fundamental emiten. "Semester dua, saham lebih menarik, karena suku bunga cenderung naik, sehingga investor mulai melakukan diversifikasi," kata Presdir PT Mandiri Sekuritas Harry M Soepoyo di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu (22/6/2005). Menurut Harry, meski harga minyak dunia akan menjadi salah satu sentimen negatif, namun secara keseluruhan, investor menilai ada perkembangan yang positif, terutama dari emiten-emiten yang memiliki fundamental yang bagus. "Soal harga minyak dunia itu salah satu sentimen negatif seperti politik. Tetapi setelah krisis yang kita alami, saat ini kita sudah hampir recovery. Itu yang membuat kepercayaan asing naik," katanya. Harry menilai, naik turunnya indeks saham merupakan hal yang wajar. Namun dia melihat masih ada ada window opportunity yang bisa dimasuki. Antara lain membaiknya ekonomi dan fundamental emiten yang bagus, sehingga telah membuat persepsi dan kepercayaan investor, terutama asing, untuk kembali berinvestasi saham di Indonesia. Senada dengan Harry, Direktur DBS Vickers Securities Indonesia Rusmin Kasim menyatakan rasa optimisnya terhadap pasar saham pada semester dua. Investor asing, menurutnya, melihat Price Earning Ratio (PER) saham di Indonesia masih lebih murah dibanding bursa regional lainnya seperti Singapura dan Malaysia. "Dari sisi PER, saham kita itu belum mahal, jadi masih ada ruang untuk naik," katanya. Menurutnya, investor asing juga akan selalu melihat pertumbuhan dari emiten-emiten yang tercatat di bursa. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads