Dua Paket Direksi BES Ingin Kembangkan Bursa Surat Utang
Rabu, 22 Jun 2005 19:18 WIB
Jakarta -
Dua paket calondDireksi Bursa Efek Surabaya (BES) yang akan bertarung dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Kamis besok (23/6/2005) sama-sama memiliki misi ingin mengembangkan BES sebagai pusat bursa surat utang (fixed income) dan produk derivatif. Dua paket calon direksi BES tersebut adalah Tim Anugerah dan Tim Bagus. Tim Anugerah terdiri dari A Wisnhu Handoyono, Presdir PT Bhakti Securities yang mencalonkan diri untuk posisi Dirut. Adikin Basirun, Presdir PT Pacific Duaribu Investindo untuk posisi Direktur Pemeriksaan dan Sugeng Rijadi, salah satu Direktur BES untuk posisi Direktur Perdagangan, Keanggotaan dan Pencatatan. Sedangkan Tim Bagus terdiri dari Bastian Purnama, Managing Director PT Danareksa Sekuritas yang juga Komisaris Utama BES untuk posisi Dirut. T Guntur Pasaribu, saat ini masih menjabat sebagai Direktur BES dan Sihol Siagian yang sebelumnya adalah Direktur Pemeriksaan dan Pengawasan Bursa Efek Jakarta (BEJ). Dalam paparan visi dan misinya A Wisnhu Handoyono calon Dirut dari Tim Anugerah mengatakan, paketnya akan membawa BES menjadi pusat perdagangan surat utang (fixed income) dan produk derivatif. Hal ini menurutnya, sejalan dengan kemampuan BES di sektor ini ketimbang harus bersaing secara terbuka dengan BEJ bermain di saham. "Namun ini bukan berarti transaksi saham dihapuskan, karena bagaimanapun saham masih memberikan kontribusi pendapatan BES sebesar 30 persen," kata Wisnhu di Rumah Makan Sari Kuring Jakarta,Rabu (22/6/2005). Tim Anugerah juga menginginkan perlunya membangun networking dengan lembaga-lembaga pemerintah seperti DPR, Menkumdang dan Mahkamah Institusi. Hal ini untuk membantu perumusan dan evaluasi kebijakan yang terkait dengan perdagangan surat-surat utang dan perdagangan derivatif melalui review peraturan perundang-undangan agar menjadi lebih market friendly. Wisnhu menegaskan, perlunya melakukan positioning yang lebih jelas antara SRO (BEJ,KPEI dan KSEI) dan BBJ (Bursa Berjangka Jakarta) untuk segmentasi perdagangan yang sinergis dan efektif bagi pelaku pasar. "Selama ini BES disibukkan dengan masalah internalnya yang terus merugi baru tahun 2004 untung. BES kedepan harus tampil elegan karena eksistensinya makin diakui," ujar Wisnhu. Di tempat terpisah Tim Bagus juga memandang perlunya BES agar lebih fokus terhadap perdagangan surat utang dan produk derivatif yang berbasis obligasi. Menurut T Guntur Pasaribu, timnya berharap BES kedepan bisa menjadi bench mark untuk perdagangan obligasi. Selain itu menurut Guntur, adalah mengembangkan obligasi ritel yang bisa dibeli oleh investor individu. Untuk itu kata Guntur, perlu dibuat Edu Center yang aktif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat awam sebagai calon investor. "Kita targetkan bisa memperluas basis investor dengan obligasi ritel yang sudah diluncurkan 16 Juni 2005," kata Guntur di Mie Thai Restauran Auto Mall Jakarta, Rabu (23/6/2005). Senada dengan Tim Anugerah, Guntur juga mengatakan, bahwa untuk perdagangan saham hanya dijadikan pelengkap. Dimana tujuannya adalah emiten yang sudah tercatat diharapkan melakukan penerbitan obligasi dan sebaliknya BES juga akan mendorong emiten yang sudah menerbitkan obligasi juga mencatatkan perusahaannya di bursa. Jumlah Anggota Bursa (AB) BES yang berhak memilih dalam RUPS sebanyak 92 AB. Dari jumlah itu, sponsor awal Tim Anugerah mengklaim mendapatkan dukungan 23 AB dan Tim Bagus mengklaim didukung 40 AB. Ketika ditanya peluangnya dalam RUPS Kamis besok (23/6/2005), kedua tim mengaku optimis bisa menang secara demokratis. Dalam pemilihan direksi tersebut, meski diajukan secara paket namun AB tidak memilih secara paket melainkan orang per orang. Seperti jabatan dirut, maka kedua calon dirut akan bersaing, begitu pula dengan dua direksi yang sama harus bersaing mendapatkan suara secara head to head.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































