Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Feb 2018 20:25 WIB

Bos BEI Lapor Jokowi Ada 8 Perusahaan Asing Siap Melantai di Bursa

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio hari ini menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Dia datang guna memberikan laporan mengenai kondisi terkini pasar modal.

Menurutnya, pasar modal saat ini memang sudah sangat berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tito pun menyampaikan bahwa bursa saham kini tak lagi bergantung kepada investor asing.

"Kami bicara efektifitas, ini kan trust, pasar modal ditinggal oleh asing pun masih tetap di-support oleh lokal. Prinsipnya hanya itu saja kok," tuturnya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Namun selain menyampaikan hal itu, Tito juga mengaku telah mendapatkan dukungan dari Jokowi untuk menjaring perusahaan-perusahaan yang menjajakan saham di luar negeri namun mengeruk untung di Indonesia. Ada sekitar 42 perusahaan yang masuk dalam radar BEI.

"Saya terima kasih ke Pak Jokowi karena dari 42 perusahaan yang aset serta revenue-nya di Indonesia tapi listed di luar negeri. Pak Jokowi bilang harus listed di Indonesia, sudah 8 yang kami temui dan rata rata mau," terangnya.

Menurut Tito, seharusnya bagi perusahaan-perusahaan seperti itu tidak sulit untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia. Sebab mereka sebenarnya memiliki entitas usaha yang bisa menjadi perwakilan untuk dicatatkan sahamnya.

"Ada perusahaan Indonesia yang listed di luar, itu tinggal listed aja di sini. Ada yang punya holding company pakai perusahaan asing. Ini ada 2 alternatif, perusahaan asingnya listed di Indonesia pakai Indonesian Depositary Receipt atau sub-holding yang di Indonesianya yang listed. Insyaallah nggak ada problem," terangnya.

Indonesian Depositary Receipt sendiri merupakan merupakan efek yang diterbitkan mewakili kepemilikan efek perusahaannya. Dengan cara itu perusahaan asing bisa melantai di pasar modal jika tidak punya perwakilan perusahaan di Indonesia.

"Tapi perusahaan asing yang listed di Indonesia dengan Indonesian Depository Receipt kan belum ada sama sekali meski peraturan IDR itu sudah keluar 5 tahun," tambahnya (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed