Cina Tingkatkan Investasi di RI
Kamis, 23 Jun 2005 19:07 WIB
Jakarta - Cina menilai investasi di Indonesia masih berisiko tinggi dan isu anti Cina masih meninggalkan trauma mendalam. Namun begitu Cina akan tetap meningkatkan investasinya di Indonesia.Demikian dikatakan Atase Perdagangan Kedubes Cina Than Weiwen saat jumpa pers di Sari Kuring Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (23/6/2005). Saat ini proyek investasi yang sangat diminati oleh Cina adalah investasi di bidang power plant. Soalnya, prosesnya relatif mudah dan tidak harus melakukan pembebasan tanah, sehingga investasi yang dikeluarkan lebih kecil.Menurut Wiwen, proyek power plant di Indonesia yang dikerjakan bekerja sama dengan Cina antara lain, PLTU Cilacap senilai US$ 510 juta dengan kapasitas 2 x 300 MW. Pekerjaan proyek ini dipercepat hingga akhir Desember sehingga bisa digunakan untuk memasok listrik Jawa Bali.Cina juga siap membantu proyek PLTA Jati Gede dengan menyiapkan dana US$ 380 juta untuk pengembangannya.Saat ini tiga perusahaan besar migas Cina sudah beroperasi di Indonesia, yakni CNOOC,CNPC, dan Sinopec. Total investasi Cina di Indonesia selama 3 tahun ini sebesar US$ 2 miliar. "Kita kasih Indonesia soft loan sebesar US$ 400 juta, di antaranya untuk membangun PLTU Pelabuhan Angin Sumut yang kapasitasnya 230 MW," katanya. Soft loan juga digunakan untuk pembangunan Jembatan Suramadu yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia sekitar US$ 90 juta. "Kita juga investasi di angkutan pelayaran dan RRC siap menambah US$ 300 juta untuk membangun pembangkit dengan kapasitas listrik 4 X 600 MW di lumbung energi Sumsel," ujar Weiwen. Saat ini Cina juga menjajaki sebagai pengolahan lapangan marginal di Indonesia.Pemerintah Cina juga sangat antusias dengan rencana kedatangan Presiden SBY ke Negeri Tirai Bambu itu pada 13 Juli 2005 mendatang. Presiden SBY akan ke Cina dalam rangka menindaklanjuti komitmen kesepakatan strategic partnership di bidang perdagangan dan infrastruktur kelistrikan.
(mar/)











































