Capai Level US$ 60/barel
Wall Street Dihantam Minyak
Jumat, 24 Jun 2005 09:40 WIB
Jakarta - Bursa saham di Wall Street rontok setelah harga minyak kembali mencapai rekor tertingginya dan menembus level US$ 60 per barel. Para pialang minyak dunia mengaku bingung dengan kenaikan harga minyak yang kian tak terkendali ini. Harga minyak dunia jenis light pada perdagangan di New York pada pertengahan perdagangannya Kamis (23/6/2005) sempat menembus level US$ 60,05 per barel. Namun akhirnya harga minyak ditutup ke level US$ 59,42 per barel, atau naik US$ 1,33 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Dengan pergerakan harga minyak dunia itu, saham-saham di Wall Street langsung rontok. Dow Jones turun hingga 166 poin (1,57 persen) ke level 10.421,44. Nasdaq anjlok 21,37 (1,02 persen) menjadi 2.070,66. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 13,15 poin (1,08 persen) 1.200,73.Saham yang mengalami penurunan paling besar adalah FedEx Corp. yang mengumumkan labanya anjlok di luar prediksi Wall Street akibat tingginya harga minyak mentah. Investor langsung mencemaskan perolehan laba FedEx. Begitu juga dengan saham-saham transportasi langsung melemah akibat kekhawatiran kenaikan harga bahan bakar. "Kami sebenarnya selalu heran, apa sih dampak harga minyak US$ 60 per barel. Tapi kita sekarang tahu, setelah ada kabar dari perusahaan transportasi, fedEx. Betul sekali, bahwa minyak telah melukai kita. Itulah yang mengguncangkan pasar sekarang ini," ujar Jeff Kleingtop, kepala investasi PNC Financial Services Group seperti dilansir AP.Kecewa Pernyataan GreenspanWall Street juga kecewa dengan pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Alan Greenspan sebelum mengikuti rapat degnan komite keuangan Senat AS. Greenspan menyatakan, "tidak ada bukti yang kredibel" bahwa perusahaan manufaktur ataupun lapangan kerja AS akan membaik jika Cina mereformasi mata uangnya, yuan. Pasar kecewa terhadap pernyataan Greenspan, karena reformasi yuan diharapkan bisa banyak membantu pada eksportir AS, sehingga bisa lebih mendorong perekonomian AS.
(qom/)











































