RUPS Hari Ini
Siapa Bakal Pimpin Telkom?
Jumat, 24 Jun 2005 10:43 WIB
Jakarta - Salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Jumat (24/6/2005) akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Salah satu agenda terpentingnya adalah perombakan direksi. Saat ini tiga nama disebut-sebut menjadi kandidat kuat calon Dirut Telkom yakni Kristiono (Dirut Telkom), John Welly (Dirut PT Inti) dan Garuda Sugardo (mantan Direktur Telkom). Sebelumnya, 21 orang telah menjalani fit and propert test yang dilaksanakan oleh kantor Kementerian BUMN sejak pekan lalu. Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas menginginkan Dirut Telkom dijabat oleh orang dalam Telkom. "Minimal sudah berkarir 20 tahun di Telkom," kata Komisaris Utama Telkom Tanri Abeng.Posisi Kristiono sendiri sempat digoyahkan isu dugaan korupsi di PT Telkom. Ketua Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) Hendarman Supandji menyatakan, pihaknya akan meningkatkan pemeriksaan ke tingkat penyidikan terhadap dugaan korupsi di Telkom pada pekan ini. Sejumlah direksi dikabarkan akan diperiksa terkait masalah ini.Kristiono telah memimpin Telkom sejak Juni 2002. Posisi Kristiono juga sempat digoyang masalah laporan keuangan tahun 2002 yang ditolak oleh Badan Pengawas Pasar Modal Amerika Serikat (SEC), serta ketidakkompakan di lingkungan sesama direksi. Namun RUPSLB PT Telkom 10 Maret 2004 lalu kembali menetapkan lulusan ITS Surabaya tahun 1987, kelahiran Solo 12 Februari 1954 ini sebagai direktur utama. RUPS akan dilaksanakan di kantor pusat Telkom, Jalan Gatot Subroto hari ini mulai pukul 13.30 WIB.Dalam perombakan direksi, rencananya akan ada tambahan dua posisi direksi dari yang saat ini hanya 5 direksi. Tanri juga pernah menyatakan, penambahan direksi ini sangat diperlukan, meningat PT Indosat Tbk, yang lebih kecil, memiliki direksi hingga 9 orang. RUPS juga akan membahas pemberian dividen atas laba bersih yang diperoleh selama tahun 2004. Tercatat Telkom selama tahun 2004 meraih laba bersih Rp 6,12 triliun, naik 0,69 persen dibandingkan 2003 sebesar Rp 6,08 triliun. Sementara itu, pendapatan meningkat 25,19 persen menjadi Rp 33,94 triliun dari Rp 27,11 triliun.
(qom/)











































