PT Bumi Resources Terbitkan Obligasi Terbesar US$ 600 Juta
Jumat, 24 Jun 2005 11:41 WIB
Jakarta - Obligasi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai US$ 600 juta memberikan jaminan berupa saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin. Untuk meningkatkan kepercayaan investor, BUMI juga menyetorkan escrow account. Obligasi sebesar US$ 600 juta merupakan obligasi terbesar yang dikeluarkan perusahaan swasta untuk diperdagangkan di pasar internasional. Obligasi ini dalam bentuk structured export notes, yang menggunakan special purpose vehicle (SPV) dari PT Indocoal Export (Cayman) ltd. Obligasi berjangka waktu 7 tahun ini memakai tingkat harga 350 basis poin di atas US Treasury, dengan yield 7,134 persen. Obligasi ini mendapat peringkat BBB- dari Fitch.Menurut Direktur Keuangan BUMI Eddy J. Sobari dalam jumpa pers di BEJ, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (24/6/2005), peringkat yang diperoleh BUMI terkait dengan kondisi Indonesia yang dinilai masih memiliki risiko yang tinggi. Dana dari hasil penerbitan obligasi ini sebanyak US$ 442 juta untuk refinancing utang, US$ 36 juta untuk reverse requirement, US$ 20 juta untuk biaya penerbitan obligasi, dan sisanya untuk pengembangan modal kerja. Eddy menjelaskan, refinancing utang terutama untuk KPC dan Arutmin. Tercatat per 31 Maret 2005, total utang KPC mencapai US$ 350 juta, Arutmin US$ 126 juta dan Bumi Resources US$ 22,5 juta. Obligasi ini ditawarkan di pasar AS dan dari hasil book building yang masih berlangsung, 75 persen pembeli merupakan investor global terutama New York, London dan Asia. Pada kurun waktu penerbitan obligasi, perseroan menjanjikan kepada investor akan menjaga pertumbuhan produksi sebesar 20 hingga 21 persen per tahun. Sedangkan nilai escrow account yang disisihkan untuk 3 tahun pertama sebesar 20 persen dan setelah itu 10 persen dalam jangka waktu 4 tahun. Obligasi ini akan dicatatkan di Singapura dengan Merryl Lynch, Pierce, Fenner dan Smith Inc selaku sole structuring advisor, book runner dan joint lead manager bersama PT Danatama Makmur. BUMI menargetkan belanja investasi (Capex) sebesar US$ 33 juta yang terdiri dari US$ 25 juta untuk KPC dan sisanya untuk Arutmin.
(qom/)











































