Untuk merealisasikan rencana tersebut, maskapai berplat merah ini sudah menunjuk agen penjual alias dealer partisipan yang terdiri dari 4 bank asing.
"(Keempat bank itu) Standard Chartered, Deutsche Bank, ANZ, Bank of Tokyo Mitsubishi," kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Helmi Imam Satriyono di Kantor Garuda Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (26/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan juga berniat untuk menerbitkan obligasi dalam bentuk rupiah. Namun perseroan masih belum menentukan angkanya.
Sekedar informasi tahun ini perseroan menargetkan laba bersih sebesar US$ 8,7 juta atau sekitar Rp 117,45 miliar. GIAA juga menargetkan pendapatan sekitar US$ 4,9 miliar atau sekitar Rp 66,15 triliun.
Sementara di sepanjang 2017 Garuda Indonesia mencatatkan kerugian sebesar US$ 213,4 juta atau setara Rp 2,88 triliun. Berbanding terbalik dengan 2016 yang berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$ 9,4 juta atau sekitar Rp 126,9 miliar.
(zlf/zlf)











































