Bukaka Tak Kunjung Dapat Kredit

Presdirnya Adik Wapres

Bukaka Tak Kunjung Dapat Kredit

- detikFinance
Senin, 27 Jun 2005 11:53 WIB
Jakarta - Nama besar Jusuf Kalla ternyata tak menjadi jaminan bakal mulus dapat kredit. Buktinya, perusahaan yang dipimpin adik Jusuf Kalla, Achmad Kalla, yakni PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) hingga kini tak kunjung memperoleh kredit. Bank-bank menolak permintaan kredit dari Bukaka karena memiliki masalah kepercayaan terkait status laporan keuangan perusahaan yang empat tahun berturut-turun mendapat opini disclaimer. "Sampai sekarang kita susah mendapat kepercayaan dari bank. Ini yang membuat sulit menjalankan proyek karena tidak ada uang muka," keluh Direktur Keuangan Bukaka Johansyah Anwar.Johan menjelaskan masalah itu dalam paparan publik di Gedung BEJ, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (27/6/2005).Johan memaparkan, opini disclaimer yang diberikan auditor terkait dengan masalah transferable loan certificate (TLC), sejenis surat utang senilai US$ 90 juta yang dibeli kreditor dan hingga kini belum bisa diselesaikan. Padahal pengadilan negeri sudah melokalisir kasus tersebut pada 21 Oktober 2002, namun belum bisa mengetahui siapa pemegang TLC tersebut. "Karena sudah diperjualbelikan di pasar sekunder, sulit buat kita mengetahui siapa kreditornya. Apalagi semua di luar negeri dan pembeliaannya dalam jumlah kecil-kecil," ujar Johan. Johan menjelaskan, selama tidak ada penyelesaian TLC, Bukaka akan terus mengalami perbedaan prinsip dengan auditor karena TLC dianggap kewajiban yang harus dituntaskan. Sehubungan dengan kasus tersebut, saham Bukaka di BEJ juga telah disuspensi selama 4 tahun terakhir ini. Menurut Johan, meski kesulitan memperoleh pinjaman, Bukaka mendapat kredit kecil-kecilan dari Bank Syariah Mandiri (BSM). Kredit sebesar Rp 12 hingga 20 miliar itu diberikan BSM tanpa melihat laporan keuangan, melainkan proyek yang akan dilakukan Bukaka.Meski tak kunjung mendapat kredit, namun Bukaka tetap menjalankan sejumlah proyek-proyek kecil yang bisa meningkatkan angka penjualannya. Tercatat penjualan Bukaka pada tahun 2002 sebesar Rp 265 miliar, tahun 2003 sebesar Rp 368 miliar, tahun 2004 Rp 431 miliar dan tahun 2005 ditargetkan Rp 512 miliar.Menanggapi tuntutan investor mengenai kejelasan saham Bukaka di BEJ, Johan menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada otoritas bursa. "Hal yang sama sudah kita sampaikan ke BEJ. Apakah kita harus delisting atau kapan suspensi dibuka," kata Johan.Johan menduga belum di-delisting-nya saham Bukaka karena perseroan bisa memberi penjelasan yang masuk akal dan rutin membayar biaya administasi di BEJ. Johan juga menegaskan, Bukaka tidak akan mengambil alih Texmaco ataupun Polysindo. Kalaupun ada berita pembelian, menurut Johan, bukan Bukaka Teknik Utama, melainkan orang yang ada di Bukaka. Bukaka saat ini dipimpin oleh Achmad Kalla, dengan komisaris utama juga dari keluarga Kalla yakni Suhaeli Kalla. Perusahaan yang pernah lekat dengan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad ini, sekarang mayoritas sahamnya dikuasai oleh PT Bukaka Investindo. Pemegang saham lainnya adalah ABN Amro (9.95 persen), Bony-Non Treaty Acct (9,88 persen), Muhammad Solihin (9,15 persen). (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads