Follow detikFinance
Jumat, 09 Mar 2018 19:05 WIB

Cak Imin Bicara Pelemahan Rupiah dan Solusinya

Mega Putra Ratya - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Ekonomi Indonesia akhir-akhir ini memang dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Dalam dua bulan berturut-turut, Desember 2017 dan Januari 2018, neraca perdagangan kita mengalami defisit.

Bahkan defisit neraca perdagangan Januari 2018 naik US$ dari 220 juta menjadi US$ 677 juta dolar AS. Kenaikan harga minyak dunia juga menambah beban anggaran.

Demikian komentar Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dengan awak media pada Jumat (9/3/2018) di Jombang setelah melayat almarhumah Aisyah Baidlowi di Tebu Ireng.


"Untung masih ada sawit, karet, dan batubara. Namun kita tidak bisa terus menerus mengandalkan ini. Intinya kita harus segera mendorong industri manufaktur dalam negeri agar tumbuh. Selain untuk lapangan kerja, juga untuk menciptakan nilai tambah dan kemandirian ekonomi bangsa. Kalau manufaktur kuat, kurs pun bisa lebih stabil," ungkap Cak Imin.

Melemahnya kurs rupiah memang berpengaruh pada tambahan biaya produksi, khususnya di sektor manufaktur yang komponen lokalnya minim. Namun di sisi lain, bagi pengusaha nasional yang mengekspor dengan bahan baku lokal, ini positif, akan meningkatkan ekspor.

"Kita harus mengurangi ketergantungan pada konsumsi minyak bumi. Karena fluktuasi harganya pasti berpengaruh pada anggaran kita. Saya yakin ESDM dan Bappenas sudah menyusun alternatif-alternatif energi dan pembiayaannya. Tinggal dieksekusi secara bertahap namun konsisten," tambahnya.


Defisit anggaran akibat migas memang masih menjadi tantangan Indonesia. Kalau harga minyak mentah bertahan di 65 hingga 70 dolar AS per barel, maka Indonesia akan mengalami defisit migas cukup besar.

"Negara harus benar-benar mengambil peran mendorong dan melindungi industri lokal. Komponen lokal harus ditingkatkan. Bukan sebaliknya permen yang mengharuskan sekian persen kandungan lokal malah dilanggar. Jangan semuanya impor. Kapan industri lokal mau maju. Bisa jebol rupiah kita kalau impor terus," tegas Cak Imin. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed