Dwi Soetjipto Terpilih Jadi Dirut Semen Gresik
Selasa, 28 Jun 2005 01:33 WIB
Jakarta - Rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Semen Gresik Tbk menyetujui pengangkatan Dwi Soetjipto sebagai Dirut menggantikan Satriyo. Sedangkan komisaris utama dipegang oleh Agus Tjahjono menggantikan Zainal Arifin.Demikian hasil RUPS Semen Gresik yang berlangsung sejak Senin (27/6/2005) pukul 19.00 WIB hingga Selasa (27/6/2005) dini hari di Hotel Shangri-La, Jakarta.Susuan direksi lainnya adalah, wakil dirut Franscico Noriega, direktur Cholil Hasan, Chabib Bahari, Suharto, Paul Eugeno dan Gallardo Serano.Ada pun wakil komisaris adalah Jose Luwis Saenz De Miera Alonso. Anggota komisaris adalah Jannes Te Virata Sevilla dan Purwaka. Sedangkan komisaris independen Muhammad Nuh.Dalam RUPS tersebut, pemegang saham Cemex Asia Holdings Ltd yang memiliki 25,53 persen saham Semen Gresik menolak menyetujui laporan keuangan tahun 2004. Cemex menilai opini disclaimer yang dialami perusahaan akibat belum selesainya kasus Semen Padang menjadi alasan penolakan persetujuan laporan keuangan tersebut.Namun Cemex kalah suara dengan pemegang saham lainnya seperti pemerintah yang memiliki 51,01 persen saham di Semen Gresik yang menyetujui laporan keuangan perseroan.Pembagian dividenDalam RUPS juga disetujui penggunaan laba bersih tahun 2004 yang mencapai Rp 520,589 miliar. Sebesar 35 persen dari laba bersih atau Rp 182,204 miliar digunakan untuk pembagian dividen, yang sudah termasuk dividen interim yang dibagikan pada Januari 2005 sebesar Rp 39,67 per saham atau total Rp 23,530 miliar. Sisanya sebesar Rp 158,674 miliar atau Rp 267,51 per saham akan dibayarkan sebagai dividen final yang jadwal pembayarannya akan diumumkan kemudian.Laba bersih lainnya digunakan untuk program kemitraan dan bina lingkungan yang masing-masing 1 persen dari laba bersih atau masing-masing Rp 5,205 miliar. Disetujui pula keinginan pemerintah agar pembagian bonus (tantiem) diambil dari laba bersih sebesar Rp 4,893 miliar untuk bonus komisaris dan direksi. Sedangkan sisa laba bersih digunakan sebagai cadangan umum dan cadangan tujuan. Pembahasan penggunaan bonus dan laba bersih ini sempat berlangsung alot dan sidang sempat diskors selama 20 menit, karena manajemen menginginkan bonus dihitung sebagai pengeluaran perusahaan dalam beban operasional. Namun akhirnya manajemen mengalah dengan pemerintah untuk mengambil bonus dari laba bersih."Bonus harus dari laba bersih supaya ada kejelasan. Kalau perusahaan rugi mereka tidak boleh memeberi bonus," kata Deputi Menneg BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi Roes Aryawijaya.Sedangkan mantan Dirut Semen Gresik Satriyo mengatakan, perlunya dana cadangan yang besar karena perseroan harus menyiapkan pembayaran utang obligasi yang akan jatuh tempo pada Juli 2006 sebesar Rp 447 miliar. Selain itu, perusahaan juga harus menyisihkan dana untuk pembangunan pabrik baru.
(san/)











































