Semen Gresik Diminta Lakukan Studi Kelayakan Pabrik Baru
Selasa, 28 Jun 2005 06:28 WIB
Jakarta - Pemerintah meminta PT Semen Gresik Tbk melakukan studi kelayakan dalam jangka waktu enam bulan hingga setahun ke depan dalam rangka pembangunan pabrik semen baru. Studi kelayakan tersebut diharapkan bisa menjadi panduan bagaimana kondisi pabrik yang akan dibangun serta jumlah dana yang diperlukan.Manajemen PT Semen Gresik Tbk yang pada rapat umum pemegang saham (RPUS) yang berlangsung Senin (27/6/2005) malam hingga Selasa (28/6/2005) dini hari sebenarnya telah mengajukan ringkasan proposal pembangunan pabrik semen baru yang diharapkan disetujui.Namun pemerintah yang diwakili Deputi Menneg BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi Roes Aryawijaya meminta kepada perseroan kembali melakukan studi kelayakan."Kami minta studi kelayakan yang benar-benar menyangkut kepentingan pabrik semen baru tersebut dilakukan dalam enam bulan sampai satu tahun ke depan," ujar Roes.Dalam proposalnya, Dirut Semen Gresik Satriyo mengatakan, pembangunan pabrik semen baru mendesak dilakukan untuk mendukung upaya kelangsungan operasional perusahaan di masa mendatang. Selain itu untuk melakukan stabilisasi harga semen dan menghemat cadangan devisa untuk mencegah Indonesia melakukan impor semen.Semen Gresik diperkirakan akan mengalami kekurangan kapasitas produksi lebih cepat dibandingkan kondisi persemenan nasional mulai tahun 2005. Pabrik baru yang akan dibangun tersebut memiliki kapasitas 2,5 juta ton semen per tahun. Periode pembangunannya jika disetujui pada tahun ini, memakan waktu 4,5 tahun dan diharapkan pada 2009 sudah bisa beroperasi.Manajemen memperkirakan total pendanaan mencapai Rp 3,955 triliun yang sudah termasuk memperhitungkan bunga masa konstruksi. Pendanaannya diharapkan dari dana sendiri 25 persen atau Rp 1 triliun dan dana luar 75 persen atau Rp 2,955 triliun.Spesial Audit Semen PadangPada kesempatan itu pemerintah juga meminta Semen Gresik bisa menyelesaikan masalah di anak perusahaan seperti audit khusus PT Semen Padang. Manajemen diminta menyelesaikan permasalahan Semen Padang dalam waktu maksimal setahun ke depan dengan melakukan progress report setiap tiga bulan.Manajemen Semen Gresik mengatakan, diperlukan kajian hukum lebih lanjut dari konsultan independen untuk menyelesaikan kasus keuangan di Semen Padang. Perusahaan ini selama 2002-2003 terus mengalami opini disclaimer, karena tidak dapat memperoleh bukti pendukung mengenai beberapa pos dana. Dana yang dipermasalahkan auditor di antaranya, dana persediaan sebesar Rp 140,174 miliar, utang pajak Rp 23,708 miliar. Selain itu juga auditor tidak mendapatkan bukti tentang transaksi-transaksi Semen Padang sejumlah Rp 95,405 miliar yang tercatat dalam beban pokok pendapatan dan laba kurs.
(san/)











































