Indeks Saham Berpotensi Turun Lagi
Selasa, 28 Jun 2005 09:34 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai bursa Jakarta pada perdagangan Selasa (28/6/2005) dimungkinkan alami tekanan. Tingginya harga minyak membuat sejumlah indeks saham di bursa global juga ambruk.Harga minyak saat ini terpantau di posisi US$ 60 per barel. Angka ini hampir sama dengan kejadian tahun 1983 lalu dimana harga minyak tembus ke posisi US$ 59,84 per barel. Sedangkan kondisi yang lebih buruk terjadi pada 1980 saat harga minyak melambung ke posisi US$ 90 per barel.Selain faktor harga minyak, pelaku pasar juga sangat hati-hati merespon kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin menjadi 3,25 persen pada sidang The Fed's Open Market Committee pada tanggal 29 dan 30 Juni ini.Meski saat ini suku bunga SBI juga sudah mencapai level yang cukup tinggi yakni 8,18 persen, namun akibat pelemahan rupiah yang masih bertengger di Rp 9.660 per US$ 1 memberikan sentimen negatif ke bursa saham.Kemarin, indeks saham jatuh 15,769 poin pada level 1.119,898 poin. Saham-saham yang turun harganya pada perdagangan itu di antaranya PGN, Astra International, International Nickel, Gudang Garam, Telkom dan Indofood.
(san/)











































