Barito Lirik Sektor Plantation
Rabu, 29 Jun 2005 13:16 WIB
Jakarta - Melihat peluang industri kepala sawit atau plantation yang cukup menarik, perusahan perhutanan PT Barito Timber Pacific Tbk (BRPT) akhirnya banting setir. Perusahaan milik Prayogo Pangestu ini akan menjajaki industri perkebunan kelapa sawit. "Kita sedang mencoba masuk ke bisnis natural base lainnya seperti plantation," kata Wakil Dirut Barito Agus Salim Pangestu dalam paparan publik dan RUPS di Gedung BEJ, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (29/6/2005). Agus merupakan putra dari Prayogo Pangestu yang kini menjadi komisaris utama Barito.Namun Agus belum bersedia menjelaskan rencana investasi itu lebih lanjut, terutama mengenai dana dan lokasi perkebunan tersebut. "Itu belum selesai. Jadi saya belum bisa ngomong," kata Agus.Mengenai kemungkinan masuknya investor baru yang akan mendanai proyek tersebut, Agus tidak bersedia menyebutkannya. Namun menurut Agus, perseroan sangat terbuka terhadap masuknya investor baru karena saham di publik mencapai 40 persen.Ketika ditanya apakah investor baru itu adalah Tommy Winata, Agus tidak secara tegas menjawab. "Siapa saja bisa masuk. Kita welcome kok," ujarnya. Direktur Keuangan Barito Hengky Susanto mengatakan, perseroan saat ini sudah menyiapkan dana sebesar Rp 12,8 miliar untuk pembayaran bunga obligasi yang akan jatuh tempo pada 10 Juli 2005. Dana untuk pembayaran bunga obligasi itu berasal dari operasional perusahaan. Barito sebelumnya terpaksa menunda pembayaran kupon obligasi sekitar Rp 30 miliar pada 10 Januari 2005 akibat menurunnya permintaan luar negeri yang berdampak pada cash flow perseroan. Namun kupon obligasi itu telah dibayarkan pada 10 April 2005 lalu.Keluarga Prayogo yang saat ini memiliki 2,74 persen saham Barito, tidak berencana menambah kepemilikannya dengan membeli saham dari pasar. "Kami tidak ada keinginan menambah saham. Sudah cukup sebesar ini," kata Agus.Dalam RUPS, disetujui pengangkatan Antonius Budisetiawan Hudiyan, mantan Dirut Bank Artha Graha menjadi Dirut Barito menggantikan Juhannes Djalimin. Pengangkatan Antonius diusulkan oleh 20 persen pemegang saham yang akhirnya disetujui oleh pemegang saham lainnya. Sedangkan jajaran direksi dan komisaris lainnya tidak mengalami perubahan lainnya.
(qom/)











































