Pada perdagangan preopening, IHSG dibuka menguat 26 poin. Aksi beli investor domestik menahan IHSG di zona hijau.
Indeks berhasil menghindari zona merah hingga perdagangan siang ini. Posisi tertinggi yang sempat diraih IHSG ada di 6.351,308.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayang, IHSG tak kuasa menahan pelemahan jelang penutupan perdagangan sore ini. IHSG turun 58,758 poin (0,93%) ke 6.254,074. Indeks LQ45 turun 11,785 poin (1,13%) ke 1.026,650.
Sore ini, asing tercatat ramai-ramai melepas saham sektor keuangan hingga Rp 795,1 miliar. Transaksi investor dalam negeri mendominasi perdagangan hari ini.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 382.792 kali dengan volume 15,2 miliar lembar saham senilai Rp 10,9 triliun. Sebanyak 137 saham naik, 220 turun, dan 118 saham stagnan.
Bursa regional rata-rata melemah hingga sore ini, hanya Jepang yang masih bisa menguat. Sentimen ini cukup terasa ke dalam negeri hingga mempengaruhi laju IHSG.
Berikut situasi bursa-bursa Asia hingga sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 211,020 poin (0,99%) ke level 21.591,990.
- Indeks Hang Seng melemah 343,469 poin (1,09%) ke level 31.071,051.
- Indeks Komposit Shanghai turun 17,470 poin (0,53%) ke level 3.263,480.
- Indeks Straits Times berkurang 19,760 poin (0,56%) ke level 3.491,370.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain turun Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.100 ke Rp 72.850, Indocement (INTP) turun Rp 1.100 ke Rp 17.625, Sinar Mas (SMMA) turun Rp 900 ke Rp 9.000 dan Unilever Indoensia (UNVR) turun Rp 525 ke Rp 50.750. (dna/ang)











































