Saham Perbankan, Energi, Infrastruktur Pilihan Investasi

Saham Perbankan, Energi, Infrastruktur Pilihan Investasi

- detikFinance
Rabu, 29 Jun 2005 20:00 WIB
Jakarta - Saham-saham sektor perbankan, energi, dan infrastruktur akan menjadi pilihaninvestasi pada semester dua 2005. Prediksi tersebut berdasarkan kondisi fundamental emiten dan perkembangan ekonomi dunia dan dalam negeri yang sedang menggalakkan program infrastruktur. Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Budi Ruseno mengatakan, fundamentalketiga sektor saham tersebut terus mengalami peningkatan. Kondisi ini juga diikuti oleh tren investasi global yang mulai melirik saham-saham itu. Ketiga saham tiga sektor ini memiliki kapitalisasi pasar relatif besar dibandingsektor lainnya. Sehingga kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa EfekJakarta selama 2004-2005 sangat dipengaruhi oleh ketiga sektor itu. "Kapitalisasi pasar di BEJ saat ini mencapai Rp734 triliun. Dari jumlah itu, ketiga sektor menguasai hampir setengahnya," kata Budi disela acara seminar Prospek Investasi Sektor Perbankan, Energi dan Infrastruktur di Pasar Modal pada Semester kedua 2005 yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (29/6/2005). Sedangkan analis dari Recapital, Haryajid Ramelan menambahkan, bahwa optimisme terhadap tiga saham sektor itu juga didasarkan pada naiknya harga saham tiga sektor tersebut di bursa dunia. Selain itu dukungan pemerintah untuk menggerakkan infrastruktur di Indonesia akan membuka kesempatan investasi terhadap pembangunan proyek transportasi dan kelistrikan. Haryajid juga melihat tren kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional yang selalau berada di level tinggi akan menggerak harga saham sektor energi. Menurut Budi, kapitalisasi pasar untuk sektor perbankan mencapai Rp 220 triliun, sektor infrastruktur Rp 155,1 triliun, dan sektor pertambangan termasuk energi mencapai Rp 61,84 triliun. Sebanyak 27 saham dari ketiga sektor tersebut juga rata-rata mengalami kenaikan harga cukup signifikan untuk periode 31 Desember 2004 sampai saat ini. Sebagai contoh saham sektor energi mengalami kenaikan sebesar 40 persen, bahkan khusus untuk saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengalami kenaikan sebesar 80 persen. Begitu pula dengan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), serta sektor perbankan dan infrastruktur yang mengalami kenaikan cukup besar. Budi juga menjelaskan, pada periode 31 Desember 2004 sampai saat ini, IHSG telah mengalami kenaikan sebesar 13,72 persen yang merupakan prestasi cukup bagus dibandingkan bursa regional lainnya. Sebagai perbandingan Bursa Efek Singapura sepanjang tahun ini hanya naik 7,6 persen, Bursa Kuala Lumpur bahkan turun 0,56 persen, dan Bursa Hongkong turun 0,28 persen. Sedangkan Ekonom dari Citibank Anton Gunawan mengatakan, indikator perekonomian Indonesia masih menunjukkan sinyal yang positif untuk pengembangan investasi di pasar modal. Selain karena faktor fundamental dan global, hal ini didukung juga oleh keseriusan pemerintah untuk memberantas KKN, yang dampaknya memberikan kepercayaan kepada investor. (atq/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads