Limas Sayangkan Respons Negatif Investor Soal e-Reporting

Up dated

Limas Sayangkan Respons Negatif Investor Soal e-Reporting

- detikFinance
Kamis, 30 Jun 2005 13:05 WIB
Jakarta - Penyedia jasa, data dan informasi real time, PT Limas Stokhomindo Tbk, menyayangkan jika investor memiliki persepsi yang sempit akibat pembatalan proyek e-reporting BEJ. Meski saham perseroan mengalami tekanan, namun sejauh ini tidak ada kerugian secara materiil yang diderita perseroan atas pembatalan tersebut."Memang pasar yang menentukan arah harga saham ini. Tapi sangat disayangkan kalau persepsi pasar terhadap Limas sangat sempit gara-gara batalnya proyek e-reporting," kata Dirut Limas Sallie Landry Bachtiar.Sallie menyampaikan hal tersebut dalam paparan publik dan RUPS di Plasa Bapindo, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (30/6/2005).Limas juga berminat untuk mengikuti kembali tender e-reporting jika BEJ menggelar tender ulang. "Sekarang kita tunggu saja sikap BEJ," katanya.Limas memperkirakan, laba bersih selama kuartal II-2005 hanya Rp 5,65 miliar. Sedangkan sampai akhir tahun 2005 diperkirakan mencapai Rp 10 hingga 15 miliar. Perolehan laba bersih tahun 2005 lebih rendah dibandingkan laba bersih tahun 2004 yang mencapai Rp 42,04 miliar. Penurunan perolehan laba bersih tahun 2004 karena terjadinya perlambatan jumlah pelanggan ritel stockwatch. Di sisi lain, perseroan belum juga memperoleh proyek baru dan solution provider hingga Juni 2005.Pendapatan kuartal II-2005 diperkirakan mencapai Rp 54,5 miliar. "Ini baru perhitungan unaudited, yang nantinya akan kita publish sebelum akhir Juli 2005," kata Sallie.Diakui Sallie, untuk pelanggan ritel stockwatch, pertumbuhannya mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal itu disebabkan karena masyarakat masih belum akrab dengan data-data pasar modal. Di sisi lain, perseroan juga masih menunggu proposal kerjasama yang sudah diajukan, namun hingga kini belum mendapat tanggapan.Sallie menegaskan, data per kuartal II-2005 tersebut belum bisa mencerminkan pendapatan keseluruhan tahun 205. Tahun ini perseroan menargetkan belanja investasi Rp 20 miliar untuk melakukan ekspansi di dua negara Asia Pasifik. Perseroan juga menargetkan bisa memfasilitasi 50 persen transaksi remote trading BEJ.Ganti NamaDalam RUPS disepakati penggantian nama perusahaan dari Limas Stockhomindo menjadi PT Limas Indonesia Tbk. Penggantian nama itu menurut Sallie untuk memberikan citra baru dan lebih mencerminkan eksistensi kapasitas Limas di masa datang. Sallie membantah penggantian nama itu terkait pembatalan proyek remote trading dengan BEJ. "Dengan ganti nama, kita berharap tidak hanya dikenal sebagai penyedia data pasar modal, tapi juga industri keuangan lainnya dan sektor energi melalui anak perusahaannya, PT Geotech System Indonesia," urai Sallie.RUPS juga menyetujui pembagian dividen tunai Rp 12,6 miliar, atau 30 persen dari laba bersih tahun 2004 yang mencapai Rp 42,04 miliar. Dividen ini merupakan dividen yang pertama kali dibagikan sejak perseroan menjadi perusahaan publik tahun 2001. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads