Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,21% ke level 6.153. Namun tak lama berselang IHSG langsung jatuh ke zona merah dan sudah melemah ke level 6.115.
Direktur Utama Investa Saran Mandiri Hans Kwee memandang IHSG memang masih dalam tren pelemahannya. Bahkan menurut perkiraannya IHSG bisa saja jatuh ke level 5.850.
"Kalau saya lihat bisa 5.850 sampai 5.900. Itu support kuat indeks di sana," tuturnya kepada detikFinance, Kamis (29/3/2018).
Menurut Hans pelemahan IHSG saat ini lebih karena dampak sentimen negatif dari global, salah satunya terkait perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
"Donald Trump punya defisit US$ 375 miliar dengan Tiongkok, dia minta Tiongkok turunin US$ 100 miliar. Nah rencananya dia turunkan itu mau kenakan bea masuk pada Tiongkok sampai US$ 60 miliar. Nah Tiongkok pun keluarin daftar 128 produk AS yang mungkin tarifnya akan dinaikkan, ini perang dagang," terangnya.
"Donald Trump punya defisit US$ 375 miliar dengan Tiongkok, dia minta Tiongkok turunin US$ 100 miliar. Nah rencananya dia turunkan itu mau kenakan bea masuk pada Tiongkok sampai US$ 60 miliar. Nah Tiongkok pun keluarin daftar 128 produk AS yang mungkin tarifnya akan dinaikkan, ini perang dagang," terangnya.
Memang sebenarnya dampak ke Indonesia cukup jauh. Namun perang dagang itu akan menekan permintaan di China, setelah itu harga komoditas akan tertekan, kemudian di situ dampaknya ke Indonesia akan terasa.
Investor pun biasanya bereaksi sangat cepat ketika ada isu yang muncul. Perang dagang juga membuat investor asing menarik dananya termasuk dari Indonesia.
"Investor asing di kita kan besar, di pasar SUN terutama. Begitu keadaan goyang gini mereka bisa outflow, keluar dari pasar kita. Ini yang menjadi concern kita di pasar," imbuhnya.
(zlf/zlf)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































