Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) stagnan di kisaran level Rp 13.750. Sore ini dolar AS berada di 13.753.
Pada perdagangan preopening, IHSG menguat 5,526 poin (0,09%) ke level 6.194,513. Indeks LQ 45 naik 1,385 poin (0,14%) ke level 1.007,063.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pukul 09.05 waktu JATS, berbalik arah melemah 5,729 poin )0,09%) ke level 6.183,258. Sementara indeks LQ 45 turun 1,232 poin (0,12%) ke level 1.004,446.
Jeda siang perdagangan, IHSG bergerak di zona positif. IHSG naik 37,013 poin (0,60%) ke 6.226,000. Indeks LQ45 naik 9,489 poin (0,94%) ke 1.015,167.
Penguatan masih berlanjut hingga penutupan perdagangan sore ini. IHSG naik 51,584 poin (0,83%) ke 6.240,571. Indeks LQ45 naik 13,531 poin (1,35%) ke 1.019,209.
Penguatan IHSG dipicu naiknya 8 sektor saham. Saham sektor aneka industri naik paling signifikan sore ini dengan kenaikan yang dicatatkan mencapai 2,86%. Sebanyak 216 saham mengalami kenaikan, 160 saham turun dan 110 saham stagnan.
Perdagangan saham sore ini terpantau moderat dengan frekuensi perdagangan saham 354.998 kali transaksi sebanyak 7,7 miliar lembar saham senilai Rp 6 triliun.
Sementara itu indeks utama bursa Wall Street ditutup dengan teritori positif pada perdagangan akhir pekan kemarin. Indeks Dow Jones menguat 1.07% ke level 24,103.11, S&P naik 1.38% ke level 2,640.87, dan Nasdaq terangkat 1.64% ke level 7,063.45.
Penguatan tersebut dikarenakan adanya rebound pada saham-saham sektor teknologi yang naik 3.2%. Selain itu, rilisnya beberapa data ekonomi yang menunjukkan peningkatan salah satunya belanja konsumen yang tumbuh serta data klaim pengangguran yang cenderung menurun turut menjadi penggerak indeks utama bursa Wall Street.
Pergerakan bursa regional berada di zona merah Berikut pergerakan bursa Asia sore ini:
- Indeks Nikkei turun 65,721 poin (0,31%) ke level 21.388,580.
- Indeks Komposit Shanghai berkurang 5,720 (0,18%) ke level 3.163,180.
- Indeks Strait Times menguat 2,790 poin (0,08%) ke level 3.430,760.
Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Indofarma (INAF) turun Rp 900 ke Rp 4.800, Pelat Timah Nusantara (NIKL) turun Rp 710 ke Rp 4.090, SMART (SMAR) turun Rp 610 ke Rp 4.020, Semen Baturaja (SMBR) turun Rp 400 ke Rp 3.700. (dna/ang)











































