Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 06 Apr 2018 14:37 WIB

Untung Nggak Sih Beli Surat Utang Negara?

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi investasi. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Surat Berharga Negara (SBN) ritel bisa dibeli secara online pada akhir Mei 2018. Pemasaran SBN ritel online ini juga melibatkan financial technology (fintech) yang sudah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kita akan menerbitkan SBSN ritel online, Kita dalam 2 bulan ini mulai pasarkan," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/4/2018).


Sebanyak sembilan mitra distribusi itu Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank BCA, Bank Permata, Bank DBS. Lalu, dua perusahaan efek yaitu Trimegah dan Bareksa, dan satu lagi Investree yang merupakan fintech.

Rencananya SBN Ritel Online atau SBR003 memiliki tenor dua tahun dengan minimal pemesanan sebesar Rp 1 juta dan maksimal pemesanan Rp 3 miliar.


detikFinance mencoba mensimulasikan investasi yang didapat masyarakat yang membeli surat utang negara. Untuk SBR003 kuponnya memang belum ada, jadi simulasi akan dilakukan dengan kupon SBR002.

Mengutip laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, tingkat bunga atau kupon SBR002 sebesar 7,50% yang berlaku untuk pembayaran kupon periode 21 Februari 2018 s.d. 20 Mei 2018.

Dengan demikian, jika membeli SBN Rp 10 juta, maka investor akan mendapatkan keuntungan sebesar 7,5% per tahun dari dana yang diinvestasikan tersebut. Artinya, keuntungan yang didapatkan sebesar Rp 750.000 setiap tahunnya selama dua tahun, totalnya Rp 1,5 juta.

Kupon sebesar 7,5% dibayarkan setiap bulan, artinya sebesar Rp 62.500 dikirim ke pemegang SBN setiap bulannya. Setelah tenor habis, maka pemegang SBN akan mendapatkan Rp 10 juta miliknya. (ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com