BEJ Pangkas Target Emiten
Senin, 04 Jul 2005 13:29 WIB
Jakarta - Bursa Efek Jakarta (BEJ) akhirnya memilih bersikap realistis dengan mengurangi target jumlah emiten tercatat tahun 2005. Semula, BEJ menargetkan jumlah emiten tercatat tahun 2005 sebanyak 30 emiten. Namun melihat perkembangan akhir-akhir ini, BEJ akhirnya menurunkan targetnya menjadi sekitar 15 hingga 20 emiten. Selain revisi jumlah emiten, nilai transaksi harian juga ditingkatkan dari semula Rp 750 miliar per hari menjadi Rp 2 triliun.Saat ini BEJ sedang melakukan kajian untuk melihat jumlah penerimaan dan pengeluaran. Revisi target itu diharapkan selesai bulan Juli atau awal Agustus 2005."Transaksi saat ini akan berubah di atas Rp 2 triliun, sedangkan dulu targetnya Rp 750 miliar. Jumlah emiten juga akan direvisi dari tiga puluh menjadi berapa itu belum diputuskan, bisa jadi lima belas atau jadi dua puluh itu tergantung, karena sekarang banyak yang mau IPO di semester dua," kata Dirut BEJ Erry Firmansyah di Gedung BEJ, Jakarta, Senin (4/7/2005).Erry menjelaskan, emiten yang akan masuk bursa pada semester dua kebanyakan dari sektor keuangan dan industri manufaktur. Selama semester satu 2005, BEJ baru menerima tiga emiten baru, yaitu PT Multristrada Arah Sarana Tbk (MASA), PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) dan PT Panca Gobal Securities Tbk (PEGE).Erry menambahkan, selama semester satu 2005, BEJ mengalami pertumbuhan kinerja yang baik. Dari hasil audit yang sedang dilakukan, BEJ memperoleh laba di atas Rp 30 miliar.E-ReportingErry juga menjelaskan, program e-reporting BEJ yang sempat dibatalkan, saat ini masih dalam tahap pengkajian. BEJ masih akan melihat apakah akan melaksanakan sendiri e-reporting, menunjuk vendor, atau bekerja sama dengan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam)."Kalau nantinya kita akan melakukan tender, siapa pun boleh ikut, karena kita terbuka," katanya.Proyek e-reporting BEJ yang menunjuk secara langsung PT Limas Stokhomindo Tbk (LMAS) dibatalkan. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga turun tangan atas kasus tersebut dan menilai BEJ diskriminatif karena tidak melakukan tender.
(qom/)











































