Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) stagnan di level Rp 13.755. Kemarin, dolar berada di level Rp 13.759.
Pada perdagangan preopening, IHSG menguat 29,324 poin (0,48%) ke level 6.355,142. Sementara indeks LQ45 naik 7,080 poin (0,68%) ke level 1.048,688.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG masih bergerak di zona hijau dengan penguatan 49,403 poin (0,78%) ke level 6.375,221. Indeks LQ45 naik 10,239 poin (0,98%) ke level 1.049,847.
Jeda siang, IHSG masih melanjutkan penguatan. IHSG naik 32,103 poin (0,51%) ke 6.357,921. Indeks LQ45 bertambah 6,628 poin (0,64%) ke 1.046,236.
Menutup perdagangan, IHSG masih perkasa. IHSG naik 35,114 poin (0,56%) ke 6.360,932. Indeks LQ45 naik 7,460 poin (0,72%) ke 1.047,068.
Laju positif IHSG ditopang penguatan 9 sektor saham. Saham sektor aneka industri naik paling signifikan sore ini sebesar 1,28%. Sebanyak 181 saham menguat, 193 saham melemah dan 118 saham stagnan.
Perdagangan saham sore ini terpantau moderat dengan frekuensi perdagangan saham 431.690 kali transaksi sebanyak 9,3 miliar lembar saham senilai Rp 7,9 triliun. Posisi tertinggi yang sempat dicatatkan IHSG berada di 6.380,354 dan terendah di 6.349,642.
Sementara itu indeks utama bursa Wall Street ditutup dalam zona hijau pada akhir sesi perdagangan Selasa (10/04). Indeks Dow Jones menguat 1.79%, S&P naik 1.67%, dan Nasdaq terangkat 2.07%.
Indeks AS kompak menguat seiring dengan adanya indikasi kemudahan yang diberikan China terkait tarif pajak impor. Presiden AS juga merespon baik hal tersebut, pelaku pasar mengharapkan ini merupakan titik akhir dari perselisihan di antara keduanya.
Pergerakan bursa regional mayoritas berada di zona positif. Berikut pergerakan bursa Asia siang ini:
- Indeks Nikkei berkurang 107,221 poin (0,49%) ke level 21.687,100
- Indeks Komposit Shanghai bertambah 17,760 (0,56%) ke level 3.208,080.
- Indeks Strait Times naik 13,380 poin (0,39%) ke level 3.479,760.
- Indeks Hang Seng naik 168,971 poin (0,56%) ke level 30.897,711.
Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.050, 27.400, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 425 ke Rp 6.700, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 200 ke Rp 4.700 dan Bank Negara Indonesia (BBNI) turun Rp 150 ke Rp 8.575. (dna/zul)











































