Follow detikFinance
Jumat, 20 Apr 2018 15:40 WIB

Mata Uang Asia Melemah Terhadap Dolar AS, Rupiah Terparah

Zulfi Suhendra - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Mata uang rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah tercatat tembus level tertinggi 13.875 terhadap dolar AS. Rupiah melemah paling besar di Asia..

Mengutip data RTI, nilai tukar dolar terhadap rupiah dibuka di 13.820. Level terendah dolar berada di 13.780 dan tertinggi 13.875.

Mengutip RTI, Jumat (20/4/2018) pukul 16.21 WIB, pelemahan rupiah dalam perdagangan intraday ini 0,51%, terbesar bila dibandingkan dengan sejumlah mata uang lain di Asia terhadap dolar.


Dolar juga menguat terhadap Won Korea 0,23% juga menguat terhadap Yuan China 0,23%. Sementara Yen melemah 0,18% disusul yang juga Baht 0,13%.

Ringgit Malaysia juga melemah 0,05% terhadap dolar.

Hanya ada dua mata uang di Asia yang menguat terhadap dolar, yakni Hong Kong dolar menguat 0,03% dan Peso Filipina 0,05%.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo kehadiran BI di pasar alias melakukan intervensi juga menjadi salah satu antisipasi pelemahan rupiah terhadap dolar AS.



"Bank Indonesia tidak khawatir artinya Bank Indonesia tetap dari posisi berada terus di pasar, kita harus stabilkan rupiah, kita menggunakan instrumen yang sudah ada saat ini," kata Dody di Masjid BI, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Dia menyebutkan salah satu penyebab melemahnya nilai tukar rupiah salah satunya dinamika eksternal, yaitu kondisi perekonomian di Amerika Serikat. Seperti ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, perang dagang antara AS-China.


"Bahwa tekanan global yang cukup besar itu memperlemah mata uang di regional, jadi tetap harus dilihat kekuatan domestik ini menahan pelemahan rupiah lebih dalam. (zlf/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed