Follow detikFinance
Jumat, 20 Apr 2018 22:00 WIB

Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Ini Respons Darmin

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Hasan Al Habshy Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Saat penutupan perdagangan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) nyaris mendekati Rp 13.900/US$, tepatnya Rp 13.893/US$. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution angkat bicara mengenai pelemahan rupiah tersebut.

"Ya namanya itu kan bermula dari data ekonomi Amerika baru keluar untuk kuartal I, angkanya bagus. Tingkat pengangguran menurun, soal ritel lebih baik, apalagi satu lagi datanya," katanya di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

"Sehingga market bacanya ah ini jadi ini nih kenaikan tingkat bunga 4 kali. Nah, sehingga mulai dia kemudian bergerak dollar menguat kepada mata uang. Memang akhirnya dampaknya tak sama, tapi pada dasarnya semuanya melemah terhadap dolar," sambung mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu.


Darmin berharap BI bisa mengambil langkah-langkah menghadapi pelemahan rupiah.

"Kalau asal mulanya bukan dari dalam ya yang bisa melakukan upaya ya Bank Indonesia, satu. Yang kedua urusan hari ke hari itu jangan terlalu dianggap gawat gitu lho, namanya urusan hari ini begini dua hari lagi bisa lain lagi. Jadi perlu diperhatikan dan cermati apa yang perlu dilakukan BI," tutur Darmin.


Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tembus ke level Rp 13.800 per US$. Angka ini lewat jauh dari asumsi yang sebesar Rp 13.400 per US$.

"Pada hari ini di antara mata uang Asia, pelemahan rupiah tercatat 0,7% dari penutupan hari sebelumnya yang merupakan pelemahan terbesar pada hari ini," kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada detikFinance, Jumat (20/4/2018). (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed