Terseret Anjloknya Bursa Dunia, IHSG Melorot 9.409 Poin
Kamis, 07 Jul 2005 16:26 WIB
Jakarta -
Jatuhnya sejumlah bursa utama dunia akibat lonjakan harga minyak berimbas ke pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (7/7/2005) turun 9,409 poin pada level 1.108,403. Sentimen negatif lainnya adalah masih melemahnya nilai tukar rupiah yang tak kunjung beranjak dari level Rp 9.800-an per dolar AS, meski pemerintah dan BI telah mengeluarkan semua jurusnya. Indeks LQ 45 turun 2,345 poin pada level 243,752, JII turun 1,738 poin pada level 186,448, MBX turun 2,652 poin pada level 297,916 dan DBX turun 1,565 poin pada level 245,237.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 12.420 kali pada volume 2.374.048 lot saham senilai Rp 1,056 triliun. Sebanyak 30 saham naik, 92 saham turun dan 241 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 500 menjadi Rp 12.200, Bank Danamon (BDNM) turun Rp 150 menjadi Rp 4.900, Indosat (ISAT) turun Rp 150 menjadi Rp 5.300, Medco Energi (MEDC) turun Rp 125 menjadi Rp 3.725, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 50 menjadi Rp 12.700.Sedangkan saham yang masih mencatat kenaikan harga di top gainer antara lain Semen Gresik (SMGR) naik Rp 100 menjadi Rp 19.950, United Tractor (UNTR) naik Rp 75 menjadi Rp 3.725, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 50 menjadi Rp 3.925, International Nickel (INCO) naik Rp 50 menjadi Rp 14.550, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 25 menjadi Rp 2.425.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































