Ganti Nama, Kopitime Berniat Rambah Sektor Infrastruktur
Kamis, 07 Jul 2005 17:09 WIB
Jakarta - PT Kopitime Dot Com Tbk (KOPI) akan berganti nama menjadi PT Korpora Persada Investama Tbk terhitung mulai 8 Juli 2005. Perusahaan yang semula bergerak di bidang teknologi informatika ini juga berencana melebarkan usahanya ke sektor infrastruktur dan industri rekayasa. "Sehubungan dengan telah keluarnya surat keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, maka 8 Juli 2005 perusahaan berubah nama menjadi PT Korpora Persada Investama," kata Dedet Yandrinal, Corporate Secretary KOPI dalam laporannya ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Kamis (7/7/2005). Perubahan nama ini juga telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 13 April 2005. Efektivitas pergantian nama tinggal menunggu persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang akhirnya didapat pada 6 Juli 2005. Pada paparan publik 10 Januari 2005, perseroan telah mengungkapkan akan melebarkan sayap bisnisnya ke industri rekayasa dan infrastruktur. Untuk itu, agar tidak lagi hanya dikenal perusahaan IT, perseroan memutuskan mengganti nama. Dalam RUPS 30 Juni 2005, direksi juga menyampikan kepada pemegang saham bahwa perseroan telah melakukan penandatanganan MoU untuk kerja sama pembangunan tangki timbun produk-produk minyak (oil storage) dan perluasan galangan kapal termasuk sistem perbaikan kapal dengan PT Prima Persada Perkasa. Perseroan juga tengah melakukan studi kelayakan dengan menggunakan penilai independen PT Pronilai Konsulis Indonesia untuk mengkaji pendanaan dengan cara penerbitan convertible bond kepada investornya dan membuat perusahaan joint venture dengan PT Prima Persada Perkasa. Dijelaskan, untuk pembangunan oil storage dengan kapasitas 50.000 kiloliter dibutuhkan dana sebesar Rp 150 miliar. Sedangkan untuk perluasan galangan kapal memerlukan dana sekitar Rp 50 miliar. Terkait dengan rencana pendanaan itu perseroan akan melakukan RUPSLB untuk meminta persetujuan rencana penerbitan convertible bond. Sejak beberapa tahun terakhir, Kopitime terus merugi. Rugi bersih perseroan berturut-turut sebesar Rp 10,30 miliar pada 2001, Rp 69,27 miliar pada 2002, Rp 2,31 miliar pada 2003, dan Rp 13,36 miliar pada 2004. Selain itu, sejak 2003-2004 perseroan tidak memperoleh pendapatan usaha.
(qom/)











































