Follow detikFinance
Selasa, 24 Apr 2018 21:35 WIB

Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Ini Respons DPR

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Dok. DPR Foto: Dok. DPR
Jakarta - Penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) membuat rupiah melemah. Mata uang Negeri Paman Sam itu sempat menyentuh level tertingginya di Rp 13.970. Artinya, 30 poin lagi, dolar AS menyentuh Rp 14.000.

Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan mengingatkan, pemerintah dan Bank Indonesia harus mengantisipasi pelemahan nilai tukar rupiah ini. Menurutnya, fundamental ekonomi harus diperkuat. BI harus melakukan intervensi terhadap hal ini, sehingga rupiah pun dapat kembali menguat.

"Kita tentu tidak ingin kurs rupiah tembus Rp 14.000, atau bahkan Rp 15.000. Pemerintah dan BI tak bisa terus menyalahkan kondisi global. BI harus melakukan intervensi dan stabilisasi nilai tukar rupiah," tegas Taufik di Jakarta, Selasa (24/4/2018).


Dia khawatir, pelemahan ini berdampak besar pada Indonesia. Selain memberikan pengaruh pada kondisi utang Indonesia, hal ini juga berpengaruh kepada dunia usaha. Terutama bagi usaha yang mengandalkan bahan baku impor, yang transaksinya menggunakan dolar AS. Namun hal positif dapat didapatkan industri yang menjalankan ekspor, karena akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar.

"Pengaruh eksternal memang ada. Tapi kita lihat, kondisi ekonomi dalam negeri baik-baik saja, sehingga seharusnya rupiah dalam kondisi stabil. Kita berharap, antisipasi dari pemerintah dan BI dapat mempercepat penguatan rupiah, sehingga pelemahan ini hanya temporari saja," imbuh Taufik.

Penguatan mata uang dolar AS membuat nilai tukar rupiah terus terperosok. Bahkan kondisi ini terus berlanjut dan tidak menutup kemungkinan dolar AS bisa tembus Rp 14.000.

(idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed