Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah hari ini juga masih tinggi. Dolar AS berada di level Rp 13.900 dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 13.880.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik 17,837 (0,30%) ke level 5.937,075. Sementara indeks LQ45 menguat 4,473 poin (0,47%) ke level 950,111.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG bertambah 38,442 poin (0,65%) ke level 5.957,680. Indeks LQ45 menanjak 8,085 poin (0,85%) 953.723.
Jeda siang ini IHSG berhasil mempertahankan laju positifnya. IHSG tumbuh 37.025 poin (0,63%) ke 5.956,263. Indeks LQ45 naik 7,902 poin (0,84%) ke 953,540.
Makin sore, IHSG makin perkasa. IHSG melaju 75,35 poin (1,27%) ke 5.994,595. Indeks LQ45 mendaki 12,775 poin (1,35%) ke 958,413.
Penguatan IHSG ditopang laju positif 8 sektor saham yang dipimpin penguatan saham sektor industri dasar yang naik sebesar 2,09%. Sebanyak 248 saham menguat, 158 saham melemah dan 94 saham stagnan.
Perdagangan saham berlangsung moderat dengan frekuensi perdagangan 395.764 kali transaksi sebanyak 8,7 miliar lembar saham senilai Rp 7,3 triliun. Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp 565,27 milar. Posisi tertinggi yang sempat dicatatkan IHSG berada di 6.005,879 dan terendah di 5.936,527.
Sementara itu indeks utama bursa Wall Street ditutup flat pada perdagangan akhir pekan kemarin. Indeks Dow Jones melemah terbatas 0.05% ke level 24,311.19, S&P naik 0.11% ke level 2,669.91, dan Nasdaq menguat tipis 0.02% ke level 7,119.80.
Terbatasnya pergerakan tersebut salah satunya dikarenakan kekhawatiran pelaku pasar menyikapi rilisnya data pertumbuhan GDP AS yang mengalami perlambatan menjadi 2.3% (QoQ) di mana kuartalsebelumn ya sebesar 2.9% (QoQ).
Sementara pergerakan bursa regional mayoritas juga berada di zona merah. Berikut pergerakan bursa Asia sore ini:
- Indeks Nikkei belum membuka perdagangan
- Indeks Komposit Shanghai belum membuka perdagangan
- Indeks Strait Times naik 36,720 poin (1,03%) ke level 3.618,650.
- Indeks Hang Seng menguat 527,779 poin (1,74%) ke level 30.808,449.
Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Dian Swastika (DSSA) turun Rp 2.475 ke Rp 10.000, Adira Dinamika (ADMF) truun Rp 725 ke Rp 8.575, Indah Perkasa (INPS) turun Rp 650 ke Rp 1.960 dan Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 600 ke Rp 6.400. (dna/zlf)











































