Analis Artha Sekuritas Frederik Rasali menilai pelemahan IHSG masih di pengaruhi penguatan dolar Amerika Serikat (AS) ditambah pertumbuh ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi. Hari ini saja dolar AS sudah di atas level Rp 14.000.
"Masih turun karena kemarin PDB Indonesia masih di bawah ekspektasi analis dan juga Rupiah yang tinggi karena yield SUN 10 tahun sudah mencapai 7,1%," terangnya kepada detikFinance, Selasa (8/5/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Frederik juga menilai jatuhnya IHSG saat ini lebih dikarenakan aksi ambil untung para investor jangka panjang. Sebab IHSG sudah rally menguat sejak 2015.
"Sehingga memang ada saatnya investor jangka panjang ingin take profit," imbuhnya.
Faktor lainnya yang membuat investor asing menarik dananya lantaran adanya pemulihan instrumen investasi di luar saham yang memberikan imbal hasil yang lebih besar. Sehingga kemungkinan investor memindahkan asetnya dari pasar modal Indonesia ke instrumen lainnya. (Danang Sugianto/dna)











































