BEJ Hapus Sistem Perdagangan di Lantai Bursa Tahun 2006

BEJ Hapus Sistem Perdagangan di Lantai Bursa Tahun 2006

- detikFinance
Selasa, 12 Jul 2005 15:40 WIB
Jakarta - Mulai awal tahun 2006, Bursa Efek Jakarta (BEJ) akan menghapus sistem perdagangan saham di lantai bursa (floor trading), karena pada akhir tahun 2005, semua anggota bursa (AB) sudah menggunakan sistem perdagangan saham jarak jauh melalui remote trading."Akhir tahun 2005 diharapkan semua AB sudah ikut remote trading. Jadi awal tahun 2006 tidak ada lagi perdagangan di floor trading," kata Direktur Perdagangan dan Keanggotaan BEJ MS Sembiring di Gedung BEJ, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (12/7/2005).Namun Sembiring belum bisa memastikan, apakah lantai perdagangan bursa yang selama ini digunakan untuk transaksi saham benar-benar dihilangkan. "Belum tahu apakah lantai bursa tetap dipertahankan atau tidak, yang jelas awal tahun 2006 semua perdagangan saham sudah remote trading,"katanya.Untuk menyediakan fasilitas perdagangan saham di lantai bursa, BEJ tiap tahun harus mengeluarkan dana sebesar Rp 8 miliar. Dengan berjalannya remote trading secara keseluruhan, BEJ berharap ada penghematan biaya yang cukup signifikan. Sebelumnya, Direktur Utama BEJ Erry Firmansyah sempat mengatakan, penutupan lantai bursa memberikan dilema. Pasalnya, kondisi pasar saham Indonesia belum populer. Banyak masyarakat awam tidak mengerti seperti apa transaksi perdagangan saham terjadi. Adanya lantai bursa setidaknya bisa menujukkan di mana perdagangan saham itu berlangsung. "Kalau ada lantai bursa, masyarakat awam bisa melihat transaksi saham, sekaligus untuk sosialisasi. Kalau dihapuskan, orang bingung perdagangannya seperti apa," ujar Erry.Namun tingginya biaya fasilitas perdagangan di lantai bursa, efisiensi di perusahaan efek, serta target menuju bursa yang maju dan canggih secara elektronik, sepertinya BEJ akan menghapus lantai bursa.Sistem remote trading telah dikembangkan BEJ sejak tahun 1996. Namun dalam perjalanannya, pembuatan sistem ini banyak mengalami kendala, seperti terhambat masalah krisis moneter dan sengketa dengan Astra Graphia Information Technology Solution selaku vendor penyelenggara sistemremote trading sebelumnya.Untuk pendaftaran sistem remote trading, BEJ membagi dalam tiga kategori. Pertama, AB pilot, yang menjadi pelopor perdagangan. Kedua, AB mandiri, yakni semua sistem dan biaya ditanggung oleh AB yang bersangkutan. Ketiga, AB Application Service Provider (AB-APS), yakni AB bisa mengikuti remote trading tanpa harus memiliki sistem sendiri, karena bisa melalui provider yang ditunjuk BEJ, salah satunya adalah PT Limas Stockhomindo Tbk.Saat ini, ada 42 AB yang telah ikut live sistem perdagangan remote trading dari total jumlah AB sebanyak 124. Jumlah ini akan terus bertambah dengan dibukanya pendaftaran gelombang keempat dan kelima yang siap melakukan remote trading secara live padaSeptember 2005.Sembiring juga menegaskan, apresiasi AB ikut remote trading cukup tinggi. Mengenai kekhawatiran bila terjadi masalah dalam perdagangan remote trading, menurutnya, hal tersebut tidak ditakutkan. BEJ, jelas Sembiring, telah menyiapkan Bussiness Continuity Plan (BCP) dan Disaster Recovery Center (DRC) untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sistem remote trading BEJ telah dikaji kemampuannya. Tercatat request per second (RPS) mencapai 1.600-1.700 RPS dibandingkan sebelumnya yang sebesar 900 RPS. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads