Semester I-2005
Realisasi Investasi RI Naik 43%
Rabu, 13 Jul 2005 12:26 WIB
Jakarta - Realisasi penanaman modal selama semester pertama tahun 2005 sudah mencapai Rp 39,7 triliun. Ini berarti meningkat 43,07 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Rincian dari penanaman modal tersebut adalah Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 7,8 triliun (442 proyek), dan penanaman modal asing (PMA) Rp 31,87 triliun atau setara US$ 3,35 miliar (113 proyek). Angka PMA itu berarti naik 69,53 persen, sementara PMDN justru turun 12,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Pencapaian realisasi penanaman modal ini disampaikan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M. Luthfi dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (13/7/2005).BKPM selama tahun 2005 menargetkan investasi sebesar Rp 179 triliun, dengan rincian untuk semester I-2005 sebesar Rp 80,85 triliun. Dari jumlah tersebut, target investasi PMDN sebesar Rp 24,51 triliun dan PMA Rp 56,34 triliun. Angka realisasi selama semester I-2005 mencapai 45,17 persen. Realisasi penyerapan tenaga kerja semester I-2005 mencapai 129.227 pekerja. Menurut Luthfi, peningkatan investasi di Indonesia disebabkan karena iklim investasi yang menjamin kenyamanan investor. Bidang usaha yang paling diminati adalah sektor konstruksi dengan total investasi US$ 664,3 juta (15 proyek), sektor industri kimia dan farmasi dengan total investasi US$ 362,8 juta (18 proyek), sektor industri logam, mesin dan elektronik dengan invetasi US$ 305,3 juta (39 proyek), sektor transportasi, gudang dan komunikasi dengan total investasi US$ 293,1 juta (26 proyek), dan sektor industri makanan US$ 257 juta (22 proyek). Pada semester I-2005, ada lima lokasi yang paling diminati investor yakni Jawa Barat dengan nilai investasi US$ 1,243 miliar (93 proyek), DKI Jakarta dengan investasi US$ 948,6 juta (146 proyek), Jawa Timur dengan investasi US$ 422,6 juta (21 proyek), Banten dengan total investasi US$ 205,2 juta (37 proyek), Kalimantan Tengah dengan total investasi US$ 63,2 juta (3 proyek).Luthfi menambahkan, investor terutama memilih daerah yang sudah nyaman, dekat dengan pelabuhan dan dekat dengan pasar. "Mudah-mudahan daerah di seluruh nusantara dapat tumbuh serta berkompetisi dan merasakan dari investasi yang ditanamkan ke daerahnya tersebut," kata Luthfi.Negara-negara yang paling banyak menanamkan modalnya ke Indonesia adalah Inggris dengan investasi US$ 989,7 juta (50 proyek), Singapura dengan investasi US$ 591 juta (108 proyek), Kanada dengan investasi US$ 553,5 juta (4 proyek), Belanda dengan investasi US$ 374,2 juta (24 proyek) dan Jepang US$ 332,3 juta (32 proyek).
(qom/)











































