Follow detikFinance
Senin, 14 Mei 2018 16:17 WIB

Marak Teror Bom, BEI Perketat Keamanan Sistem Perdagangan Saham

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku wasit pasar modal memperketat keamanan sistem IT untuk menjaga aktivitas perdagangan di bursa. Hal ini dilakukan menyusul rentetan 5 ledakan bom dalam kurun kurang-lebih 25 jam di Surabaya dan Sidoarjo.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio menjelaskan pihaknya menurunkan tim tambahan. Hal ini dilakukan untuk memperkuat keamanan sistem IT, guna memastikan sistem IT perdagangan bursa aman.

"Gini saya katakan di infrastruktur IT, kita tambah tim perdagangan ke sana untuk jaga, tapi alert saja. Di sana standby ditingkatkan," kata Tito ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (14/5/2018).


Disaster recovery center (DRC) yang berkaitan dengan sistem cadangan yang berkaitan dengan perdagangan bursa juga disiagakan.

"Disaster recovery? iya standby ya. Kita minta mereka lebih standby, yes. Jadi di data center sama disaster recovery kita minta tambah, tapi ternyata pengelola sana pun sudah nambah. Insyaallah tugas saya menjaga infrastruktur (IT) harus jalan terus," lanjutnya.

Sementara untuk keamanan gedung BEI di Jakarta, lebih diserahkan kepada pihak pengelola gedung.


Tito melanjutkan, pihaknya turut prihatin atas terjadinya pemboman secara beruntun di Jawa Timur.

"Saya kejadian pemboman ini kita kaget, kita prihatin tapi kita tegar. Kita nggak bisa bilang kita nggak takut, siapa yang nggak takut sama bom. Tapi kita tegar lah ya. Kitaita tetap tegar," tambahnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed