Follow detikFinance
Rabu, 16 Mei 2018 17:13 WIB

IHSG Ditutup Stagnan

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini masih berada di zona negatif merespons maraknya sentimen negatif dari mulai laporan BPS soal neraca dagang RI yang defisit hingga maraknya aksi teror selama beberapa hari ini.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menguat. Dolar berada di level Rp 14.055, naik dari posisi kemarin di Rp 14.030.

Pada perdagangan preopening, IHSG berkurang 57,078 poin (0,98%) ke level 5.780,878. Indeks LQ45 turun 14,300 poin (1,54%) ke level 920,931.

Membuka perdagangan, Rabu (16/5/2018), IHSG turun 52,606 poin (0,90%) ke level 5.785,510. Indeks LQ45 turun 13,283 poin (1,42%) ke level 922,087.

Pada pukul 09.15 waktu JATS, IHSG masih berada di zona negatif dengan penurunan 55,054 poin (0,95%) ke level 5.782,101. Indeks LQ45 turun 13,901 poin (1,39%) ke level 922,330.

Jelang siang, IHSG makin terpuruk. IHSG jatuh 78,113 poin (1,34%) ke 5.760,003. Indeks LQ45 melemah 18,694 poin (2,00%) ke 916,656.

IHSG Bergerak membaik jelang penutupan meski dalam rentang yang sangat tipis cenderung stagnan. IHSG bertambah 3,348 poin (0,06%) ke 5.841,464. Indeks LQ45 naik tipis 0,124 poin (0,01%) ke 935,474.



Enam saham sektoral jatuh ke zona negatif membuat IHSG tak begitu bergairah. Saham sektor barang konsumsi jatuh paling dalam mencapai 0,76%. Sebanyak 153 saham menguat, 214 saham melemah dan 122 saham stagnan.

Laju perdagangan saham sore ini terpantau ramai dengan frekuensi perdagangan saham mencapai 421.553 kali transaksi sebanyak 10,3 miliar lembar saham senilai Rp 10,5 triliun. Asing mencatat jual bersih mencapai 711,99 miliar.

Pelemahan IHSG dipicu minimnya sentimen positif yang ada ditambah adanya sentimen negatif teror bom dan laporan BPS yang menyebut RI defisit neraca perdagangan April 2018.

Neraca perdagangan RI pada April 2018 mengalami defisit US$ 1,63 miliar. Ekspor tercatat US$ 14,47 miliar, sementara impornya US$ 16,09 miliar.

"Neraca perdagangan di luar ekspektasi defisit US$ 1,63 miliar," kata Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Selasa (15/5/2018).

Neraca perdagangan RI bulan Maret lalu sudah membaik. Sayangnya, pada April ini kembali defisit karena impor yang tumbuh tinggi.

"Pada Maret membaik, April ini defisit karena impor yang sangat tinggi. Maka dibutuhkan perhatian. Ini defisit karena dari migas US$ 1,13 miliar, non migasnya US$ 495,6 juta," ungkapnya.

Sementara bursa saham di Asia juga terpantau negatif. Berikut kondisi bursa saham asia sore ini:
  • Indeks Nikkei 225 turun 100,789 poin (0,44%) ke 22.717,230.
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 22,550 poin (0,71%) ke 3.169,570
  • Indeks Strait Times berkurang 7,180 (0,20%) ke 3.533
  • Indeks Hang Seng turun 41,830 poin (0,13%) ke 31.110,199.
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 27.425, Pabrik Kertas (TKIM) naik Rp 850 ke Rp 11.350, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 825 ke Rp 69.000 dan Indo-Rama (INDR) naik Rp 550 ke Rp 3.760.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 1.700 ke Rp 45.750, Medikakolaka (HEAL) turun Rp 530 ke Rp 3.170, Cahaya Investindo (CSIS) turun Rp 520 ke Rp 1.580 dan Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 18.500.

(dna/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed