Follow detikFinance
Rabu, 16 Mei 2018 13:02 WIB

Mengintip Dampak Politik di Malaysia ke Pasar Modal RI

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Mahathir Mohamad telah resmi dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia. Terpilihnya Mahathir menjadi perdana menteri yang baru, diharapkan bisa memberi dampak yang positif bagi industri pasar modal di Indonesia.

Apa lagi, saat ini Federal Land Development Authority (Felda) melalui FIC Properties Sdn Bhd, memiliki 37% saham Eagle High Plantations Tbk (BWPT) lewat aksi korporasi akuisisi saham senilai US$ 500 juta atau setara Rp 580/saham, pada tahun lalu.

Lantas bagaimana dampaknya bila ada perubahan keputusan investasi akibat perubahan kepemimpinan di negeri jiran tersebut?

"Resiko terburuk, jika pembelian Felda kembali dipermasalahkan (setelah pergantian rezim pemerintahan) maka dampaknya terhadap kinerja perusahaan relatif kecil karena transaksi akuisisi oleh Felda adalah transaksi antar pemegang saham," kata Analis Senior PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, politik di Malaysia diharapkan tidak akan mempengaruhi Felda untuk mengubah investasi di BWPT.

"Adanya sisi positif dari operasional BWPT yang bisa dikembangkan atau dimaksimalkan seharusnya dapat memberikan added value buat pemegang saham. Untuk long term dengan usia produktif tanaman tersebut diharapkan bisa kasih hasil bagus untuk pemegang saham," kata Reza.

Sementara itu, kinerja perusahaan dianggap masih sangat menarik bagi investor dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Secara umur tanaman, rata-rata umur pohon 8 tahun sangat produktif sekali untuk produksi ke depan.

Namun kembali lagi trend koreksi pasar (IHSG) semakin membuat pasar lebih berhati-hati dalam melihat potensi positif yang dimiliki perseroan.
Keunggulan bagi perusahaan CPO yang memiliki umur tanaman yang baru memulai usai produktif seperti yang dimiliki perusahaan adalah Potensi pertumbuhan yang tinggi dan peningkatan efisiensi operasional.

"Valuasi harga saham saat ini terbilang undervalue mengingat potensi aset tanaman yang dimiliki BWPT mulai menuju puncak produktivitas. Jadi pilihan Felda masuk di BWPT ini termasuk jeli," kata Alfred.

Dengan demikian, ia yakin, Felda akan mempertahankan investasinya di BWPT dan di sisi lain kinerja perusahaan akan semakin baik dan memberi imbal yang positif bagi para pemegang sahamnya.

"Akuisisi Felda dilihat sebagai akuisisi yang cukup unik dan jeli melihat prospek ke depan. Pertimbangan matang inilah yang membuat Felda akan tetap mempertahankan posisinya di BWPT," urai dia. (dna/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed