Weibinanto Halimdjati Dilantik Sebagai Dirut Danareksa
Jumat, 15 Jul 2005 14:40 WIB
Jakarta - Weibinanto Halimdjati dilantik sebagai Dirut PT Danareksa (persero) menggantikan Zas Ureawan. Sekilas, nama Weibinanto memang sama sekali tidak ngetop di kalangan pasar modal.Padahal tidak demikian adanya. Sebenarnya, Weibinanto merupakan seorang analis muda yang cerdas dan belakangan diangkat menjadi salah satu staf ahli Menneg BUMN. Siapakah dia?Weibinanto tak lain dan tak bukan adalah Lin Che Wei. Yup! Dialah si analis pasar modal yang ngetop karena kecerdasannya. Sang staf ahli Menneg BUMN ini juga pernah melawan Lippo Group dalam kasus Aset Yang Diambil Alih (AYDA).Nama Weibinanto Halimdjati ternyata merupakan nama yang tertera di KTP Lin Che Wei. Nama versi KTP itu sempat mengecoh wartawan. Namun setelah tahu, wartawan pun hanya bisa tertawa geli.Direktur lainnya yang mendampingi Lin Che Wei adalah Harry Wiguna (mantan direktur BEJ), Wahzary Wardaya (Dirut Danareksa Sekuritas), Muhammad Hanif (Dirut Danareksa Investment Management) dan Aloysius Kiik Ro (Asisten Deputi Menneg BUMN).Pelantikan dilakukan oleh Menneg BUMN Sugiharto di kantornya, Jalan DR Wahidin, Jakarta, Jumat (15/7/2005).Dalam sambutannya, Sugiharto mengaku penggantian ini dalam rangka penyegaran. Ia berharap, dengan adanya pergantian ini Danareksa bisa bangkit lagi menjadi salah satu perusahaan keuangan terbaik. Danareksa juga diharapkan bisa menjadi investment banking seluruh BUMN, dengan catatan BUMN keuangan lain seperti Bahana dan Mandiri Sekuritas juga diberi porsi. Sugiharto melihat, usulan Danareksa agar go public saat ini belum mati, namun hanya menunggu waktu yang tepat. Direksi baru Danareksa yang memiliki jabatan rangkap di tempat lain diharapkan segera menanggalkan jabatannya tersebut. Menurut Sugiharto, hal tersebut dimaksudkan agar posisi direksi tidak menjadi masalah di kemudian hari. Dirut baru Danareksa Lin Che Wei mengatakan, ada empat hal yang akan diprioritaskan untuk mengembangkan Danareksa. Pertama, mengembalikan Danareksa menjadi salah satu investment banking yang diakui baik oleh investor lokal dan asing. Kedua, menjadi motor untuk korporatisasi dan restrukturisasi terhadap 158 BUMN yang nantinya akan diciutkan menjadi 85 BUMN. Ketiga, mencoba memobilisasi dana masyarakat yang bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur, dengan cara membuat infrasctructure fund yang diharapkan bisa terbentuk pada awal tahun 2006.Keempat, menjadikan Danareksa sebagai one stop investment service, baik dari investor lokal dan asing.Lin Che Wei juga mengungkapkan, dirinya lebih memprioritaskan perkembangan Danareksa ke depan ketimbang masa lalu. "Saya bukan jaksa yang bisa mengatakan ini salah atau benar kejadian di masa lalu. Kalau memang ada kesalahan, itu akan kita lakukan audit," ujarnya.
(qom/)











































